Palembang,Focuskini
Sebanyak 10.000 santri Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti Wisuda Akbar 2026 sekaligus Tasyakuran Bebas Buta Aksara Al-Qur’an di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jalan Pom IX, PALEMBANG, Selasa (25/8/2026).
Momentum tersebut menjadi perayaan atas keberhasilan ribuan santri menyelesaikan pendidikan baca tulis Al-Qur’an sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan.
Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BKPRMI Kota Palembang, Ustadz Ahmad Kamil SPdI menjelaskan, Tasyakuran Bebas Buta Aksara Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 2026 dilaksanakan serentak se-Sumsel secara online dan ofline. Beberapa perwakilan dari kabupaten/kota di Sumsel juga turut hadir seperti dari Muara dan Prabumulih sementara bagi santri dari kabupaten lain yang tidak bisa hadir mengikuti secara online.

“Tasyakuran dan wisuda menjadi penanda pencapaian para santri setelah mengikuti proses pembelajaran baca tulis Al-Qur’an,”ujarnya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi
pelaksanaan wisuda akbar yang melibatkan ribuan santri di Sumsel. Wisuda santri juga sebagai wujud pembinaan karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Dikatakannya, pendidikan keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun generasi muda dengan fondasi moral dan karakter yang kuat.
Polda Sumsel menegaskan terbuka untuk membangun kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan. Sinergi tersebut dinilai mempunyai peranan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sinergi yang kuat antara kepolisian dan para tokoh agama sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Sumatera Selatan,” kata Nandang.
Kolaborasi dengan tokoh agama menurutnya, juga menjadi salah satu jalur untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, termasuk dalam menyampaikan pesan mengenai persatuan, ketertiban dan kehidupan sosial yang harmonis.
Wisuda 10.000 santri menjadi momentum untuk mendorong keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Pembinaan sejak usia muda diharapkannya, tidak berhenti setelah proses wisuda, tetapi menjadi bekal bagi para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Polda Sumsel berharap kolaborasi dengan lembaga keagamaan dan elemen masyarakat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Rangkaian Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 2026 ditutup dengan prosesi wisuda serta doa bersama untuk kemajuan dan kedamaian Sumatera Selatan.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel Firdaus beserta jajaran pengurus BKPRMI Sumsel.(soim)














