Palembang,Focuskini
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengutus Sekda Provinsi Sumsel serta mengerahkan tim Inspektorat untuk menginvestigasi dugaan permasalahan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Palembang dan Lubuklinggau.
“Saya sudah dengar terkait SPMB SMA itu. Ada dua sekolah di Palembang dan satu di Lubuklinggau. Saya sedang menunggu laporannya dari Inspektorat seperti apa. Saya juga sudah mengutus Sekda Provinsi Sumsel untuk menindaklanjutinya,” ujar Deru saat diwawancarai langsung di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (29/6/2026).
Pemeriksaan intensif ini dilakukan menyusul laporan dari masyarakat, serta pengumpulan data langsung di lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang secara objektif.
“Mudah-mudahan hasilnya objektif. Informasi dari masyarakat silakan disampaikan dengan benar, dengan data yang benar. Hasilnya nanti akan kita respons. Saat ini tim Inspektorat sedang turun,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga memastikan langkah hukum dan sanksi tegas akan dijatuhkan kepada para aparatur sipil negara (ASN) maupun jajaran kepala sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau memang ada pelanggaran dan pelakunya ASN tentu ada sanksinya. Kalau kepala sekolah juga ada sanksinya, baik sebagai ASN maupun dalam jabatannya sebagai kepala sekolah,” imbuhnya.
Deru meminta masyarakat tidak perlu cemas dan tetap bersabar menunggu seluruh rangkaian pendalaman data selesai dilakukan oleh tim investigasi.
“Jangan khawatir, kita sama-sama menunggu hasilnya dan nanti akan kita paparkan secara objektif. Mudah-mudahan laporan masyarakat itu juga benar,” katanya.
Selain menindaklanjuti temuan resmi dari Ombudsman, penyelidikan intensif ini juga menyasar isu miring terkait SMA Negeri 1 Lubuklinggau yang belakangan ini ramai diperbincangkan di jagat maya.
“Diinvestigasi dulu. Menurut Ombudsman memang ada beberapa sekolah yang menjadi perhatian, dan saya tambahkan juga SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Yang lagi ramai di media sosial, saya suruh investigasi juga. Jadi berita di media sosial saja kita respons, apalagi yang disampaikan langsung oleh Ombudsman,” ucap dia. (Tia)













