FOCUSKINI.ID, PALEMBANG – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan menggelar kegiatan Coffee Morning bertema “Crisis Communication & Digital Storytelling: Strategi Terpadu Media Relations untuk Karantina Era Digital”, Kamis (11/7/2025). Kegiatan ini menjadi ruang interaksi dan kolaborasi antara jajaran humas BKHIT, rekan media, dan narasumber ahli dalam bidang komunikasi publik dan media.
Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekansari, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memperkuat fungsi kehumasan di era keterbukaan informasi. Saat ini, menurutnya, hanya ada satu pranata humas di lingkungan BKHIT Sumsel dari seharusnya tiga. Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberi pencerahan serta meningkatkan kapasitas komunikasi lembaga, khususnya dalam menghadapi situasi krisis.
“Kami ingin belajar bagaimana membangun strategi media relations yang terpadu dan adaptif di era digital. Tujuannya adalah membangun kepercayaan publik dan meningkatkan engagement masyarakat terhadap tugas dan fungsi karantina,” ujar Sri Endah.
Kegiatan yang dikemas secara interaktif dan dialogis ini juga menjadi sarana untuk mendalami strategi komunikasi yang efektif, termasuk dalam mengelola isu dan membentuk narasi positif melalui kanal digital. Dalam pelaksanaannya, dua narasumber utama dihadirkan.
Sesi pertama disampaikan oleh Muhammad Fajar Wiko, Ketua AJI Palembang Coverage Sumsel, yang membahas “Crisis Communication”. Ia menyoroti pentingnya respons cepat, akurat, dan empatik dalam menghadapi situasi krisis, terutama di tengah derasnya arus informasi dan potensi disinformasi di media sosial.
Sesi kedua diisi oleh mantan Pemimpin Redaksi Tribun News, Hj. Lucia Weny Ramdiastuti, yang mengangkat tema “Strategi Media Relations di Era Digital”. Weny menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis dengan media, serta mengoptimalkan storytelling visual sebagai alat komunikasi yang humanis dan berdampak.
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan wawasan peserta dalam merespons isu strategis secara cepat dan tepat. Mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif, berorientasi pelayanan, dan memperkuat hubungan dengan media massa. Melatih keterampilan praktis seperti menyusun pernyataan pers saat krisis dan membuat konten visual langsung dari lapangan.
BKHIT Sumsel berharap Coffee Morning ini menjadi awal dari sinergi komunikasi yang lebih kuat antara institusi, media, dan masyarakat. Sebagai garda depan dalam menjaga keamanan hayati, komunikasi publik menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas-tugas karantina.








