Palembang,Focuskini
Fenomena kreativitas yang melenceng dikalangan pelajar saat ini marak digandrungi siswa siswi Sekolah Dasar (SD), tidak terkecuali di kalangan anak-anak SD di Kota Palembang.
Sebuah permainan gasing sederhana yang dibuat dari penghapus, paku payung, dan isi staples kini viral di sejumlah platform sosial media.
Fenomena ini seolah menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan karena bisa membahayakan bagi para siswa yang memainkannya.
Beredar video diduga di salah satu SD Negeri di Kota Palembang, tampak sejumlah murid kelas 5 dan 6 tengah asyik mengadu gasing rakitan yang mereka rakit sendiri.
Dalam video tersebut sorak sorai tawa terdengar, tapi setiap putaran gasing seakan menjadi “bom waktu” yang bisa saja berujung tangis ditengah para murid.
Bahan gasing dari paku payung yang tajam dan potongan isi staples melekat di ujung gasing, berpotensi menusuk jari, mengenai mata, hingga menyebabkan luka serius.
Menanggapi hal itu Kadisdik Kota Palembang Adrianus Amri menjelaskan sebelum ada korban, langkah cepat harus diambil mulai dari sosialisasi bahaya permainan tersebut, edukasi ke sekolah-sekolah, hingga menggandeng guru dan orang tua untuk mengawasi aktivitas anak di luar jam belajar.
Pihak sekolah juga tak boleh abai. Guru perlu memberi ruang ekspresi bagi anak-anak, tapi tetap dalam koridor aman. Permainan tradisional bisa menjadi alternatif sehat untuk mengalihkan perhatian siswa dari tren berbahaya ini.
“Kita tentu tak ingin permainan yang awalnya dianggap seru justru berubah menjadi tragedi. Viral boleh saja, tapi jangan sampai “trending” itu menelan korban di bangku sekolah dasar,” katanya, Rabu (17/9/2025).
Kini, lanjutnya, saatnya semua pihak bergerak. Anak-anak butuh bimbingan, bukan sekadar larangan. Edukasi kreatif, pendampingan orang tua, dan ketegasan pihak sekolah adalah kunci.
“Jangan menunggu ada darah yang menetes baru kita sadar, bahwa sebuah gasing dari penghapus bisa lebih tajam dari sekadar mainan,” katanya.(yudi)








