Palembang,Focuskini
Komoditas emas perhiasan mempunyai andil tertinggi pada inflasi bulan September 2025 di Kota Palembang. Setelah komoditas emas perhiasan disusul oleh komoditas cabai merah dan daging ayam ras, masing-masing emas perhiasan menyumbang 0,15 persen, cabai merah 0,14 persen dan daging ayam ras 0,13 persen. Sehingga inflasi Kota Palembang Bulan September 2025 sebesar 0,30 persen terhadap Agustus 2025.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, Edi Subeno, SE, MS.i pada rilis inflasi Kota Palembang Bulan September 2025, Rabu (1/10) di Ruang Rapat BPS Kota Palembang.
Menurut Edi Subeno, kenaikan harga emas perhiasan disinyalir disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik internasional. Sementara penyebab harga cabai meroket disebabkan oleh fluktuasi harga cabai yang sangat terpengaruh oleh stok dan cuaca dimana di sejumlah daerah pemasok komoditas cabai merah di Kota Palembang gagal panen sehingga stok berkurang.
Dilanjutkan Edi Subeno, untuk kenaikan harga daging ayam ras beberapa penyebab antara lain, disebabkan oleh bibit ayam terbatas, tingginya permintaan masyarakat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), disamping juga meningkatnya biaya produksi.
Selain itu terdapat juga komoditas makanan yang mengalami deflasi, ada enam komoditas makanan yang mempunyai andil tertinggi terhadap deplasi pada bulan September 2025 yaitu, bawang merah mengalami perubahan harga sebesar – 19,21 persen (-0,13), Ikan mujair sebesar -6,28 persen (-0,02), ikan nilai sebesar -4,16 persen (-0,02), tomat mengalami perubahan harga sebesar -6,43 persen (-0,02), papaya -4,51 persen (-0,01) dan ketimun -7,86 persen (-0,01). (soim)








