Palembang,Focuskini
Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Hibah BIMA Kemdiktisaintek RI, beberapa
dosen Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) berkolaborasi dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) mendorong sejumlah perempuan khususnya ibu-ibu untuk menjadikan olahan pisang sebagai solusi ekonomi sekaligus upaya pencegahan stunting.
Pemberdayaan perempuan di pedesaan yang menunjukkan dampak positif bagi peningkatan ekonomi keluarga dan kesehatan masyarakat dilakukan dua universitas besar tersebut di Desa Jukdadak Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan, Senin 10 November 2025.
“Program ini sejalan dengan asta cita pemerintah dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam meningkatkan peran perempuan, memperkuat ekonomi desa, serta mendorong konsumsi pangan bergizi untuk pencegahan stunting,” terang Dr Nurkardina Novalia SE M Si, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPGRIP sekaligus sebagai ketua dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Desa Jukdadak dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pisang terbaik yang ada di Kabupaten OKI.
Namun selama ini potensi tersebut, katanya belum tergarap optimal karena sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang fluktuatif.
“Melalui program PKM ini, tim pengabdian memperkenalkan berbagai inovasi produk olahan pisang bernilai tambah seperti keripik pisang modern dan sale pisang dengan desain kemasan menarik,” jelasnya.
Disampaikannya, peserta pelatihan terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan olahan pisang.
“Salah satu olahan berbahan dasar pisang yakni membuat bolu olahan pisang, di sana kami juga membagikan beberapa modul sederhana berisi resep, dan tips pengolahan,” ujarnya.
Setelah praktik pembuatan bolu selesai, katanya lagi hasil olahan dibagikan untuk dicicipi bersama. Para peserta memberikan tanggapan positif terhadap rasa dan tampilan bolu pisang yang dibuat.
Diterangkannya, output dari kegiatan ini yaitu produk yang dihasilkan adalah salahsatunya bolu pisang kukus dengan tekstur lembut, aroma pisang yang kuat, serta rasa manis yang seimbang. Dan ini bisa dipasarkan untuk menambah perekonomian keluarga.
“Selain itu indikator keberhasilan dari kegiatan ini terlihat meningkatnya wawasan dan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah pisang menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil membangun semangat kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal,” terangnya.
Sementara salah satu ibu-ibu, Ernawati yang mengikuti kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat solidaritas perempuan desa dalam membangun kemandirian ekonomi melalui inovasi olahan pangan.
Dengan semangat gotong royong yang tumbuh selama proses pelatihan, katanya, diharapkan akan muncul inisiatif lanjutan berupa pembentukan kelompok usaha kecil yang berkelanjutan dan mampu berkembang secara mandiri.
“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan di desa kami,” harapnya.
Sekedar informasi, selain diketuai oleh
Dr Nurkardina Novalia kegiatan ini juga diikuti beberapa anggota dosen lainnya seperti Mursalin SE MM (UPGRIP) dan Dr Ahmad Maulana SE Ak M M (Unsri) dan mitra pelaksana kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Jukdadak yang diketuai oleh Kalsum bersama 25 anggota aktif lainnya. (den)








