Palembang,Focuskini
Dalam dunia narasi pemberitaan kepada publik, peran kekuatan media massa tidak bisa dipungkiri sangat berpengaruh sebagai salah satu media penyampaian informasi.
Namun media massa dalam diplomasi kontemporer sebagai medan pertempuran narasi yang handal tidak boleh membiarkan narasi Indonesia didominasi oleh pihak lain.
Untuk itu kaum pelajar khususnya mahasiswa jurusan Jurnalistik harus memahami betul tata cara penulisan yang benar dan tata bahasa budaya sendiri dalam menyampaikan sebuah informasi.
Hal itulah yang disampaikan Ketua Program Studi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang, Jufrizal MA kepada media ini, Selasa 11 November 2025.
“Kaum pelajar tidak boleh membiarkan narasi Indonesia didominasi oleh pihak lain atau pihak asing, dan diplomasi budaya adalah langkah membangun narasi tentang Indonesia di luar negeri, sehingga tujuannya dapat lebih memperkenalkan lagi bahasa-bahasa informasi negeri sendiri di kanca internasional,” jelasnya.
Salah satu upaya mewujudkan itu, diterangkannya yakni seperti kegiatan secara daring yang dilakukan beberapa hari kemarin bertajuk “Peran Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri dalam Diplomasi Budaya Melalui Media Massa”.
Menurutnya, kegiatan tersebut rangkaian dari Program Madrasah Goes Abroad (PMGA) tahun 2025 yang digagas oleh Direktorat Jenderal Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan UIN Raden Fatah Palembang dipercaya sebagai panitia penyelenggaranya.
“Program PMGA 2025 merupakan program persiapan bagi siswa madrasah untuk melanjutkan studi sarjana (S1) ke luar negeri,” katanya.
Jufrizal menekankan bahwa bentuk nilai diplomasi kebudayaan bukan hanya sebatas festival budaya Indonesia, seperti pameran batik, kuliner khas nusantara, hingga kegiatan seni pertunjukan.
“Tapi calon mahasiswa di luar negeri harus menjadi representasi “wajah manusiawi” Indonesia. Nilai tersebut dalam bentuk prilaku,” ujar dia.
Sementara melalui rilis yang didapat media ini, Direktur KSKK Ditjen Pendis Kemenag RI, Prof Dr Hj Nyayu Khodijah M Si saat pertama kali membuka secara resmi program ini menyebutkan, madrasah memiliki peran dalam mencetak generasi unggul dan berwawasan global.
“PMGA merupakan program yang berdampak, para peserta akan diberikan pembekalan dan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih beasiswa di universitas terbaik dunia,” jelas Nyayu Khodijah.
Program tersebut diikuti oleh sebanyak 100 siswa-siswi dari perwakilan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Indonesia.
(den)








