Palembang,Focuskini
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan mencatat kinerja sistem pembayaran digital melalui QRIS tumbuh akseleratif hingga akhir Desember 2025 dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,4 triliun atau melonjak 117,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan signifikan tidak hanya terjadi pada nilai nominal, tetapi juga pada volume transaksi yang melesat hingga 198,41 persen dengan total mencapai 4,2 juta transaksi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono mengatakan bahwa tren positif ini mencerminkan tingginya adaptasi masyarakat Sumatra Selatan terhadap ekosistem pembayaran non-tunai.
“Dan posisinya volume transaksi juga meningkat signifikan sebesar 198,41% dengan total 4,2 juta transaksi,” kata Bambang, Kamis (29/1/2026).
Bambang merinci bahwa penetrasi QRIS di Sumsel kini didukung oleh 1,1 juta merchant dan 1,48 juta pengguna aktif.
Angka pengguna tersebut telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2025 sebanyak 1,42 juta pengguna.
Berkat capaian yang melampaui ekspektasi ini, Bank Indonesia memberikan sinyal akan mematok target yang lebih ambisius pada tahun 2026.
“Intinya paling tidak capaian ini sudah jauh dari target yang ditetapkan 2025, jadi pastinya target tahun ini (2026) akan lebih tinggi,” imbuhnya.
Di sisi lain, peredaran uang di Sumatra Selatan juga dilaporkan tetap stabil dan sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data Bank Indonesia hingga Desember 2025, aliran uang rupiah di wilayah ini menunjukkan kondisi yang terjaga.
“Hingga Desember 2025 aliran uang kartal Sumsel berada pada net outflow Rp2,08 triliun,” pungkasnya. (Tia)








