Tembus Pasar Filipina, Karantina Sumsel Sertifikasi Ekspor 73 Ton Pakan Hewan Senilai Rp 2,7 Miliar

Banyuasin,Focuskini

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Sumatera Selatan melepas ekspor 73.470 kilogram pakan hewan kesayangan senilai Rp2,7 miliar tujuan Filipina yang diproduksi oleh PT EVO Manufacturing Indonesia pada, Kamis (12/2/2026).

Pelepasan ekspor ini dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang.

Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menegaskan dukungannya terhadap pelaku usaha di Indonesia agar mampu berkompetisi di kancah global demi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang memberikan apresiasi atas keberhasilan produk lokal menembus pasar internasional.

Ia menilai pencapaian ini merupakan bukti kualitas produk Sumatera Selatan yang mulai mendapat kepercayaan tinggi dari pasar luar negeri.

“Ekspor pakan hewan kesayangan ini menunjukkan potensi Sumsel yang semakin berkembang dan mampu bersaing secara internasional. Ini bukan sekadar angka ekonomi, tetapi simbol kepercayaan pasar luar negeri terhadap produk kita,” ujar Cik Ujang dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (14/2/2026).

Sebelum dikirim, seluruh komoditas telah melalui proses sertifikasi dan tindakan karantina yang ketat, meliputi pemeriksaan dokumen serta fisik.

Sementara itu, Direktur Standar Karantina Hewan Barantin, Suwarno Tri Widodo menjelaskan jika langkah ini krusial untuk mencegah terjadinya penolakan atau Notification of Non-Compliance (NNC) dari negara tujuan.

“Karantina berperan memastikan keamanan dan mutu pakan dengan memberikan sertifikasi. Ini penting untuk menjamin komoditas ekspor Indonesia tetap unggul di pasar internasional,” jelasnya.

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menambahkan jika pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan bagi para pelaku usaha.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat guna mendorong peningkatan ekspor yang sehat dan berdaya saing.

“Ekspor pakan ternak senilai Rp2,7 miliar ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha lainnya untuk memperluas pasar ekspor mereka, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Tia)