Guangzhou, Focuskini
Inovasi dari Kilang Plaju kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Melalui salah satu tim inovasinya, PT Pertamina Patra Niaga berhasil meraih tiga penghargaan internasional dalam ajang 12th International Exhibition of Inventions (IEI) 2026 yang berlangsung di Guangzhou, China, pada 21–23 Agustus 2026.
Mengusung inovasi bertajuk “Enhancing Low Sulfur Fuel Oil Production Flexibility through the Switchex Method for Bottom Product Optimization in Plaju Refinery”, tim dari Kilang Plaju menghadirkan pendekatan untuk meningkatkan fleksibilitas produksi Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) melalui metode Switchex sekaligus mengoptimalkan bottom product dalam proses pengolahan di kilang.
Atas inovasi tersebut, tim berhasil meraih Gold Award from China Association of Invention, Special Award from National Research Council of Thailand, serta Jury Prize Award from International Exhibition of Invention.
Ajang IEI 2026 mempertemukan inovator dari berbagai negara dan tahun ini diikuti oleh 31 negara, dengan 621 peserta internasional serta lebih dari 3.000 peserta lokal. PT Pertamina Patra Niaga turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua tim inovasi, salah satunya berasal dari Kilang Plaju melalui Gugus CUCUBA 3.0.
Executive General Manager RU Plaju, Khabibullah Khanafie mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari keseharian operasional dapat berkembang menjadi solusi yang memiliki nilai dan daya saing di tingkat internasional.
“Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tentang bagaimana setiap pekerja melihat tantangan dalam pekerjaannya dan kemudian mencari cara yang lebih baik untuk menyelesaikannya. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas proses tersebut sekaligus motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata,” ujar Khanafie.
Inovasi tersebut lahir dari kolaborasi tujuh pekerja Kilang Plaju yakni Alfiadi Teguh Kurniawan, Aliefita Rakhim Sukmawati, Irza Afrianto, Wahyu Solihin, Agnes Wahyuana Ayudyawati, Vico Kurniawan Susditianto, dan Arfian Dimas Alamsyah serta dukungan dari insan Pertamina Kantor Pusat yakni Shendy Purnomo Juliananto.
Bagi mereka, pencapaian di Guangzhou bukan sekadar tentang membawa pulang penghargaan. Lebih dari itu, capaian ini menjadi pengalaman bahwa ide yang berangkat dari persoalan sehari-hari di tempat kerja dapat terus dikembangkan, diuji, dan akhirnya diapresiasi di panggung dunia.
Dari Kilang Plaju, semangat untuk berinovasi pun terus tumbuh berawal dari kepedulian terhadap proses yang dijalankan setiap hari, dari keberanian untuk mencari cara yang lebih baik, hingga menjadi karya yang mampu membawa nama Indonesia dan Pertamina ke tingkat internasional.(soim)








