Palembang,Focuskini
Ada yang aneh tapi nyata di Taman Kantor Wali Kota Pagar Alam, Komplek Perkantoran Gunung Gare, lereng Gunung Dempo. Jika biasanya orang berburu spot foto mewah dan baru, di sini justru sebaliknya.
Deretan Mobil Dinas (Mobdin) bekas milik Pemkot Pagar Alam yang sudah mangkrak, kusam, catnya memudar, bahkan berkarat, mendadak viral dan jadi spot foto paling diburu pelajar dan warga!
Jangan salah, kendaraan yang seharusnya jadi besi tua ini justru punya pesona ‘vintage’ yang lagi digandrungi anak muda. Hasil fotonya? Dijamin beda dari yang lain dan langsung auto estetik.
Fenomena unik ini meledak setelah video dan foto pelajar yang berpose di atas kap mesin hingga di dalam mobil rusak itu wara-wiri di FYP TikTok, Instagram, dan Facebook. Dari situ, lokasi yang tadinya sepi, kini ramai didatangi pemburu konten.
Salah satu yang keracunan tren ini adalah Manda, siswi SMK Muhammadiyah Pagar Alam. Menurutnya, mobil rusak itu justru punya karakter.
“Justru karena kondisinya sudah lama dan rusak, latarnya terlihat unik. Kalau berfoto di sana kesannya berbeda dan lebih menarik, nggak pasaran,” ujar Manda sambil tertawa.
Bukan cuma buat gaya-gayaan, lokasi ini juga jadi tempat bikin kenang-kenangan bareng teman sekolah.
Hal senada diungkapkan Tomi, warga Pagar Alam. Ia menilai anak muda jaman sekarang jeli melihat peluang estetik dari barang bekas.
“Yang awalnya hanya kendaraan bekas yang tidak terpakai, sekarang bisa menjadi spot foto. Apalagi lokasinya berada di kawasan Gunung Gare yang memang memiliki suasana alam yang menarik, jadi paket komplit,” kata Tomi.
Siapa sangka, dari cat yang mengelupas dan bodi yang penyok, justru lahir kreativitas. Kini bangkai mobil dinas itu bukan lagi sekadar rongsokan yang terlupakan, tapi sudah berubah menjadi panggung cerita, latar konten viral, dan bukti bahwa di tangan generasi kreatif, barang bekas pun bisa jadi magnet wisata dadakan di Pagar Alam.
Menanggapi fenomena viral tersebut, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah mengaku tidak melarang, bahkan mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam melihat sisi estetik dari barang yang sudah tidak terpakai.
Walikota menilai, ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata tidak selalu harus dibangun dengan biaya mahal.
“Saya lihat di media sosial, anak-anak kita kreatif. Silakan dimanfaatkan untuk hal positif dan foto-foto yang sopan. Tapi tetap harus hati-hati, karena itu kendaraan rusak, jangan sampai membahayakan. Jangan dirusak lagi, jangan dicoret-coret,” ujar Wako








