Dari Ruang Kerja, Lahir Inovasi untuk Masa Depan Pertamina Patra Niaga RU Plaju

Palembang,Focuskini

Perbaikan besar tidak selalu berawal dari sesuatu yang rumit. Terkadang, sebuah perubahan justru lahir dari hal-hal sederhana yang dijumpai pekerja setiap hari, mulai dari proses kerja yang dapat dibuat lebih efisien, potensi risiko yang perlu diantisipasi, hingga peluang untuk menghasilkan nilai tambah dari sumber daya yang tersedia.

Semangat inilah yang terus tumbuh di lingkungan Kilang Plaju melalui Continuous Improvement Program (CIP), sebuah program inovasi berkelanjutan yang memberikan ruang bagi para pekerja untuk menuangkan gagasan, mengembangkan kreativitas, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kinerja perusahaan.

Pada penyelenggaraan CIP tahun 2026, sebanyak 180 gugus berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai inovasi dari lintas fungsi dan bidang pekerjaan. Beragam gagasan tersebut mencerminkan keterlibatan aktif pekerja dalam mengidentifikasi tantangan di lingkungan kerja dan mengembangkan pendekatan baru untuk menjawab kebutuhan operasional maupun bisnis perusahaan.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, menyampaikan bahwa inovasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan. Menurutnya, setiap pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi melalui ide dan inisiatif yang dapat membawa perbaikan bagi perusahaan.

“CIP bukan semata-mata tentang menghasilkan inovasi, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap tantangan di tempat kerja selalu memiliki peluang untuk diperbaiki. Kami ingin seluruh pekerja memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan, mencoba pendekatan baru, dan berkolaborasi dalam menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi perusahaan. Sebab, kemajuan perusahaan juga dibangun dari kontribusi dan kepedulian setiap insan di dalamnya,” ujar Khabibullah.

Berbagai inovasi yang diusung para gugus tahun ini mencakup beragam aspek, mulai dari optimalisasi proses pengolahan dan peningkatan produksi, efisiensi biaya operasional, keandalan peralatan, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga digitalisasi proses bisnis.

Salah satunya ditunjukkan oleh gugus AEROBOOST melalui gagasan peningkatan produksi Avtur dengan melakukan penyesuaian komposisi crude oil. Sementara itu, gugus Sungai Gerong menghadirkan inovasi berupa perancangan struktur pelindung dan perkuatan permanen jembatan pipa berbasis pipa baja komposit sebagai upaya mencegah potensi pencemaran lingkungan di Sungai Musi dan Komering.

Pada aspek pengelolaan lingkungan, gugus ProLab mengembangkan pemanfaatan kembali toluene bekas ekstraksi untuk mengurangi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari kegiatan analisis laboratorium. Adapun gugus ExportXcelerator menghadirkan pengembangan aplikasi berbasis web untuk meningkatkan kepatuhan regulasi kepabeanan melalui digitalisasi proses kerja.

Inovasi lainnya juga menyentuh aspek keselamatan dan keandalan fasilitas, seperti yang dilakukan gugus Finisher 2.0 melalui pemasangan filter sleeve untuk mengeliminasi emisi partikel pada proses produksi, serta gugus UTL CHAMPION yang mengembangkan alat deteksi hujan guna mendukung sistem pemantauan cuaca dan keberlanjutan produksi steam.

Dari keseluruhan gugus yang berpartisipasi, sebanyak 36 gugus memperoleh predikat berdasarkan hasil penilaian, terdiri dari 19 gugus Gold, 9 gugus Silver, dan 8 gugus Bronze. Sementara itu, 21 gugus lainnya tercatat dalam kategori Non-Kategori. Capaian ini menjadi gambaran beragamnya ide dan upaya perbaikan yang dikembangkan pekerja dari berbagai fungsi di Kilang Plaju.

Khabibullah menambahkan, setiap gagasan yang lahir melalui CIP diharapkan tidak berhenti pada tahapan presentasi maupun penilaian, melainkan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan sesuai kebutuhan perusahaan.

“Kami berharap semangat berinovasi ini tidak hanya tumbuh selama penyelenggaraan CIP, tetapi menjadi bagian dari keseharian dalam bekerja. Predikat yang diraih tentu menjadi bentuk apresiasi, namun yang tidak kalah penting adalah proses belajar, keberanian untuk mencoba, serta kemauan untuk saling berbagi pengetahuan. Dari ide-ide inilah kita membangun kilang yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Inovasi, Ada Kontribusi untuk Masa Depan

Bagi Kilang Plaju, CIP bukan hanya tentang menemukan cara kerja yang lebih baik, tetapi juga tentang membangun lingkungan kerja yang memberikan ruang bagi setiap pekerja untuk berkembang dan mengambil bagian dalam perjalanan perusahaan.

Setiap ide yang diperjuangkan, setiap persoalan yang diselesaikan, dan setiap kolaborasi yang terbangun menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlangsungan operasional kilang. Sebab, di balik setiap inovasi, ada kepedulian para pekerja yang ingin memastikan perusahaan terus bertumbuh dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan ketahanan energi nasional.

Melalui semangat perbaikan berkelanjutan ini, Kilang Plaju terus mendorong terciptanya inovasi yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan bisnis perusahaan.