Palembang,Focuskini
Semangat kepedulian terhadap para pejuang pencari nafkah di jalan kembali diwujudkan melalui kegiatan “Agustus Terang Benderang”, sebuah aksi pemberian bantuan sosial yang digelar sebagai momentum mengenang jasa-jasa pahlawan sekaligus memberikan perhatian kepada para pengemudi ojek online (ojol).
Kegiatan yang melibatkan Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, dan ADO Sumsel tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Sekretariat DPW ADO Sumsel, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Bantuan sosial berupa sembako tersebut menjadi simbol kepedulian kepada para pengemudi ojol yang selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas masyarakat.
Di tengah tuntutan pekerjaan dan risiko yang dihadapi setiap hari, para pengemudi ojol terus bekerja di jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Mengenang Mereka yang Gugur Saat Mencari Nafkah.
Momentum kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam. “Agustus Terang Benderang” tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pembagian bantuan sosial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang mencari nafkah dan kehilangan nyawa di jalan.
Bagi sebagian keluarga, jalan raya bukan sekadar tempat mencari penghasilan. Jalan menjadi ruang perjuangan sekaligus tempat yang menyimpan risiko.
Para pengemudi ojol setiap hari harus menghadapi kepadatan lalu lintas, perubahan cuaca, jarak tempuh yang panjang, serta berbagai kondisi jalan. Di balik aplikasi dan layanan yang diterima masyarakat, terdapat manusia yang bekerja keras untuk membawa pulang penghasilan bagi keluarganya.
Karena itu, kepedulian kepada pengemudi ojol diharapkan tidak hanya muncul ketika terjadi musibah. Perhatian dan penghargaan terhadap perjuangan mereka juga perlu dibangun melalui solidaritas yang berkelanjutan.
Bantuan Sosial sebagai Wujud Kepedulian.
Pembagian sembako dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada penerima bantuan.
Nilai bantuan bukan semata-mata dilihat dari isi paket sembako yang diberikan, tetapi juga dari pesan kemanusiaan yang menyertainya.
Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa perjuangan para pencari nafkah di jalan mendapat perhatian.
Semangat gotong royong juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Kepolisian, komunitas pengemudi online, organisasi, serta masyarakat dapat bersama-sama membangun kepedulian terhadap mereka yang setiap hari beraktivitas di jalan.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., mengatakan, bahwa Intinya adalah bagaimana kita membangun kepedulian. Kita ingin momentum bulan kemerdekaan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang setiap hari bekerja dan berjuang mencari nafkah di jalan.
“Karena para pengemudi ojol merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Mereka membantu mobilitas masyarakat dan bekerja dengan menghadapi berbagai tantangan serta risiko di jalan. Kita ingin mereka merasakan bahwa perjuangan mereka dihargai dan mereka tidak berjalan sendiri,” ujar polisi nomor satu di Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan, Semangat kepahlawanan tidak hanya berbicara tentang masa lalu.
Semangat kepahlawanan juga dapat kita lihat dari orang-orang yang bekerja keras, bertanggung jawab kepada keluarga, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kita ingin mengenang mereka yang telah gugur sekaligus memberikan penghargaan kepada mereka yang masih terus berjuang.
“Saya berharap kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh. Mari kita saling menjaga, saling menghargai dan memberikan ruang yang aman bagi seluruh pengguna jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Kapolda Sumatera Selatan Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Sementara itu, Ketua Ado Sumsel, Asrul Indrawan mengatakan, bahwa Ado Sumsel sangat mengapresiasi adanya perhatian dan kepedulian terhadap teman-teman pengemudi ojol.
“Bagi kami, bantuan ini bukan hanya soal sembako, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan teman-teman yang setiap hari berada di jalan.
“Sangat penting. Teman-teman ojol bekerja dari pagi sampai malam dan banyak yang menjadi tulang punggung keluarga. Ketika ada pihak yang memberikan perhatian, tentu secara moral itu memberikan semangat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus berlanjut.”
“Kami mengajak seluruh rekan-rekan ojol untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga solidaritas, menaati aturan lalu lintas, dan saling membantu. Kita semua adalah keluarga besar yang sama-sama berjuang di jalan.”
“Bagi kami ini sangat berarti. Kami merasa diperhatikan dan dihargai. Kami bekerja di jalan untuk keluarga, sehingga perhatian seperti ini tentu memberikan semangat.” ungkapnya.














