Bogor,Focuskini
Peran media dalam menjaga kepercayaan publik melalui transparansi, akurasi, dan etika jurnalistik yang kuat menjadi hal yang mutlak diperlukan, tidak hanya untuk kelangsungan industri media itu sendiri, tapi juga untuk kualitas demokrasi dan informasi yang diterima oleh masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Redaksi (Pimred) iNews, Aiman Wicaksono dalam acara Ngopi Pagi Bersama Aiman Wicaksono bertajuk “Membangun Trust Lewat Cerita & Integritas” yang digelar CIMB Niaga di LC Bumi CIMB Niaga Gunung Guelis Bogor, Jumat (12/12/2025).
Ia menekankan pentingnya peran media dalam membangun kepercayaan (trust) publik.Karena kepercayaan dapat dibangun dengan narasi-narasi positif yang konstruktif dan berintegritas. Media juga memiliki peran edukasi penting saat terjadi peristiwa buruk atau kejadian negatif.
“Media dapat menjadi alat dalam membangun kepercayaan atau trust itu bisa dibangun dengan narasi-narasi positif yang membangun. Tapi tidak menutup kemungkinan, saat ada peristiwa buruk, hal itu bisa di edukasikan melalui media untuk dijadikan narasi yang membangun kesadaran publik,”ungkapnya.
Dikatakanya, media memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keterbukaan informasi berjalan sebagaimana mestinya. Sebagai salah satu pilar demokrasi, media berfungsi tidak hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai pengawas independen yang mengkritisi kebijakan dan tindakan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang sudah berkecimpung selama 24 tahun di media ini berbagi tips untuk menjadi wartawan handal dan sukses harus memiliki strategi, efisiensi dan kredibilitas. Lebih penting lagi, jurnalis itu harus mengikuti perkembangan informasi yang beredar luas di tengah masyarakat.
“Dalam menjalankan pekerjaan sebagai jurnalis ada tiga hal terpenting yang selalu saya jalankan yaitu menyajikan sebuah berita harus berdasarkan fakta, data dan logika,”tegasnya.
Ditegaskanya,jurnalis harus menjadi penyimbang dari otoritas. Jurnalis juga dituntut untuk tidak netral kepada suatu kelompok atau golongan.
Sementara itu Head of Digital Banking and Contact Center CIMB Niaga,Lusiana Saleh menjelaskan, CIMB Niaga memiliki strategi untuk menyasar kawula muda seperti mahasiswa dan pelajar untuk diberikan edukasi dan literasi keuangan mulai sejak dini.
“Kami melihat generasi muda ini penuh ide, tapi jangan sampai mereka kejebak. Banyak hoax beredar di media, seperti investasi yang menjanjikan pengembalian puluhan hingga ratusan persen dengan cepat. Kita harus memastikan ide mereka sejalan dengan literasi keuangan yang seharusnya,”pungkasnya.(soim)














