Palembang,Focuskini
PT Pertamina Patra Niaga menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang, Jumat (6/9/2026). Kunjungan ini menjadi ajang konsolidasi strategis dalam meninjau keandalan operasional kilang, kesiapan pasokan energi wilayah Sumatera Bagian Selatan, serta komitmen perusahaan memimpin transisi energi nasional.
Dalam kesempatan dialog tersebut, Ketua Tim Kunjungan Komisi XII, Dr. Ramson Siagian mengapresiasi keandalan Kilang Plaju dalam memenuhi mandatori Biosolar B50. “Target produksi Biosolar B50 dari Kilang Plaju berjalan dengan baik dan hasilnya optimal, begitupun dengan produk lain,” ujar Ramson.
Dr. Syarif Fasha, S.E., M.E., menyampaikan dukungannya agar pengembangan Kilang Plaju sebagai kilang tertua di Indonesia mendapatkan dukungan politik secara penuh, termasuk dalam mengatasi kendala dangkalnya alur pelayaran pasokan crude oil, pembenahan alur distribusi BBM ke Jambi, serta mendorong Kilang Plaju menjadi salah satu dari 30 fasilitas produksi B50 dan E20 nasional.
Apresiasi atas pencapaian lingkungan juga disuarakan oleh Hj. Ratna Juwita Sari, S.E., M.M., yang mengapresiasi capaian PROPER Emas Kilang Plaju sebanyak empat kali berturut-turut sembari mengingatkan penanganan isu lingkungan dan efisiensi energi terbarukan agar tidak membebani sektor ketenagalistrikan.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, H. Totok Daryanto, S.E., mendorong agar standarisasi Kilang Plaju ke depan dapat diarahkan pada industri petrokimia guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku nasional, serta memastikan ketersediaan FAME untuk pasokan B50 berjalan tanpa hambatan.
Di sisi pelayanan masyarakat, Dr. Ir. H. A. Junaidi Auly, M.M., mendukung langkah konkret Pertamina dalam mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU wilayah Sumatera Selatan, yang disambut dengan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di lapangan.
Hal tersebut turut didukung oleh Moreno Soeprapto, S.Sos., yang berharap ketersediaan dan kecukupan energi BBM bagi masyarakat dapat terus terjaga dengan aman hingga akhir tahun.
Anggota Komisi XII DPR RI, N.M. Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., mendorong peningkatan alokasi anggaran bagi Pertamina guna membenahi fasilitas pendukung serta sarana sosial pemukiman dan medis di sekitar kilang.
Sejalan dengan hal tersebut, Aqib Ardiansyah, S.Pd.I., M.Si., menekankan pentingnya dorongan bagi BUMN untuk keluar dari zona nyaman melalui pembaharuan teknologi kilang yang lebih modern dari sistem manual sebelumnya.
Kemudian, Komisi XII DPR RI juga mendukung inisiatif Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, untuk mendorong PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan kapasitas kilang dalam rangka memperkuat coverage days sehingga dapat mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional.
Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, menyampaikan bahwa sejak 2019 hingga 2025 Kilang Plaju secara konsisten telah memproduksi dan menyalurkan Biosolar varian B20 hingga B40 dengan total akumulasi mencapai 58,86 juta barrel, serta telah merealisasikan penyaluran perdana Biosolar B50 ke Integrated Terminal Palembang sebesar 8.230 KL dari Tangki A7 pada 22 Juli 2026 lalu sesuai mandat Keputusan Menteri ESDM No. 257.K/EK.01/MEM.E/2026.
Implementasi ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi besar dengan menghemat devisa negara serta menghentikan impor solar.
Menanggapi seluruh masukan tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan operasional Kilang Plaju, mengurai tantangan distribusi energi, serta memperkuat sinergi dengan Komisi XII DPR RI demi mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.







