Palembang,Focuskini
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto menyebut akumulasi pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan tingginya mobilisasi masyarakat selama momentum Ramadan serta Idul Fitri 2026 telah memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan bagi wilayah Sumatera Selatan.
“Momen Ramadan ini jika dikaitkan dengan statistik, keramaian masyarakat menciptakan mobilisasi yang sangat besar. Hal ini mempengaruhi banyak hal, terutama secara ekonomi melalui pergerakan manusia yang mengeluarkan banyak uang untuk berbagai kebutuhan,” ujar Moh Wahyu Yulianto, Sabtu (28/3/2026).
Wahyu menjelaskan jika pemberian THR secara nyata meningkatkan daya beli masyarakat, yang kemudian terserap secara optimal pada sektor transportasi, konsumsi makanan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok.
Peningkatan aktivitas belanja ini tidak hanya menguntungkan sisi konsumen, tetapi juga menghidupkan ekosistem usaha di pasar tradisional maupun ritel modern di seluruh penjuru Bumi Sriwijaya.
Terkait stabilitas harga, BPS mencatat inflasi di Sumatera Selatan hingga masa suasana Lebaran masih berada pada level yang terkendali.
Meskipun sebelumnya terdapat kenaikan tipis pada komoditas seperti daging ayam ras, telur, dan minyak goreng, kebijakan intervensi melalui program Pasar Murah yang digagas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dinilai efektif menekan gejolak harga di lapangan.
“Sejauh ini kami bersyukur karena melalui beberapa acara Pasar Murah yang digagas pemerintah daerah melalui TPID, harga-harga relatif terkendali. Memang ada kenaikan, namun masih tipis,” jelasnya.
Ia menekankan jika inflasi merupakan bagian wajar dari pertumbuhan ekonomi selama tetap dalam batas kendali.
Koordinasi antarinstansi diharapkan terus terjaga untuk mempertahankan tren positif ekonomi daerah pasca-perayaan hari besar keagamaan tersebut.
“Itulah berkah Ramadan dan Idul Fitri yang memberikan akumulasi kebaikan serta dampak ekonomi yang baik untuk seluruh masyarakat. Kami selalu menekankan bahwa inflasi itu wajar ada, namun jangan sampai tidak terkendali,” tutupnya. (Tia)










