Palembang, Focuskini
Dari catatan Bank Sumsel Babel per 30 Juni 2024, penyaluran KUR kepada UMKM untuk modal pengembangan di sektor perkebunan dan pertanian sebesar Rp 435 miliar dari total KUR keseluruhan Rp 772 miliar. Hal tersebut dikatakan Direktur Utama BSB Achmad Syamsudin usai RUPSLB lanjutan Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya, perbankan daerah masih yakin lewat penyaluran KUR, hasil produksi kopi mampu menopang pertumbuhan ekonomi wilayah.
Dari hasil diskusi bersama pemerintah daerah dalam optimalisasi pembiayaan ekonomi dan akses keuangan KUR diungkapkannya, perbankan daerah fokus kepada potensi produksi kopi dan petani daerah.
“Salah satunya Kopi Pagaralam,”ujarnya.
Sementara itu kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Sumatra Selatan (Sumsel) makin menunjukkan eksistensi di industri perkebunan. Kini branding Kopi Sumsel mulai digeliatkan pemerintah provinsi (Pemprov) dan perbankan daerah Bank Sumsel Babel (BSB) dalam mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“Kita diskusi untuk memberdayakan (kopi sumsel) bersama BSB. Caranya (memberdayakan kopi) mendukung (promosi Kopi Sumsel) di beberapa kota, antara lain untuk meningkatkan eksistensi Kopi Sumsel,” ujar Pj Gubernur Sumsel dalam rilis kegiatan RUPSLB lanjutan Bank Sumsel Babel yang diterima, Minggu (15/12/2024).
Langkah Pemprov dan promosi merek Kopi Sumsel tidak hanya dilakukan di kabupaten/kota. Kedepan harpannya, Kopi Sumsel bisa mendunia dan dikenal global. Apalagi secara nasional, produksi kopi Sumsel mencapai 26,72 persen per tahun atau mencapai 212,4 ribu ton.
Elen ingin dari kolaborasi Pemprov dan BSB membuat merek Kopi Sumsel tenar bisa terealisasi lebih cepat mulai awal 2025, dan cara agar merek Kopi Sumsel makin eksistensi dengan selalu melibatkan Kopi Sumsel disetiap acara daerah.
“Kolaborasi dimulai dari Kota Palembang, kemudian branding ini diikutkan dalam setiap acara, mulai dari akhir sampai awal tahun,” jelas dia.
Sinergi antara Pemprov dan BSB lanjut Elen, berupa tanggung jawab perbankan daerah dalam mendukung kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengembangan Kopi Sumsel. Merek Kopi Sumsel kata Elen berasal dari produksi di berbagai kabupaten potensial.
“Kopi andalan branding kita, Kopi Sumsel bisa didukung BSB, mulai promosi dan pengembangan berikutnya,” kata dia.
Wujud pengembangan Kopi Sumsel pada 2024, telah berlangsung dalam kegiatan pemecahan rekor muri dengan minum kopi terbanyak di Indonesia pada 13 Juli 2024 lalu. Even itu melibatkan 27 ribu orang untuk untuk minum kopi dari seluruh kabupaten/kota Sumsel yang digelar di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.
Catatan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, produksi kopi dari Sumsel sejak tahun 2021 memiliki potens produksi tertinggi secara 10 besar nasional, yakni di angka 191.081 ton biji kopi kering. Angka tersebut setara 22 persen dari total produksi kopi yang dihasilkan di Indonesia.
“Kita kerjasama, beberapa daerah meningkatkan perekonomian dan menangkap peluang kolaborasi di kabupaten/kota,” jelas Elen.
Berdasarkan hasil kualitas biji kopi, produksi kopi dari sejumlah wilayah di Sumsel memiliki ciri khas masing-masing. Daerah tersebut dari produksi kopi asal Semendo (Muara Enim), Baturaja (OKU), Muaradua (OKU Selatan), dan Pagar Alam.(soim)








