Palembang,Focuskini
Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) merealisasikan penyerapan gabah dan beras petani di wilayahnya hingga menyentuh angka 99.466 ton setara beras.
Capaian tersebut turut memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengadaan domestik Perum Bulog yang secara akumulatif kini telah menembus 3.008.626 ton setara beras, atau berkisar 75 persen dari target tahunan yang dipatok pemerintah sebesar 4 juta ton.
“Realisasi serapan sebesar 99.466 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Sumsel dan Babel menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani,” ujar Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Ihsan, Rabu (3/6/2026).
Ihsan menyatakan bahwa langkah penyerapan berskala besar ini dipastikan berjalan secara konsisten demi menjaga stabilitas komoditas pangan pokok di tingkat daerah hingga pusat.
“Memastikan hasil panen terserap secara optimal, dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Ihsan melanjutkan bahwa keberhasilan perolehan angka pasokan yang mampu menembus 3,01 juta ton di tingkat pusat dalam kurun waktu enam bulan ini tidak terlepas dari kerja keras lintas sektor.
“Capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Seluruh elemen dari jajaran instansi pemerintah hingga aparat keamanan dinilai andil besar dalam menyukseskan pemenuhan kebutuhan stok pangan dalam negeri tersebut.
“Mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi dan lainnya,” tuturnya.
Selain itu, Ihsan menilai bahwa kebijakan strategis yang digulirkan oleh pemerintah untuk membentengi harga jual di tingkat bawah berjalan sangat efektif di pasaran.
“Capaian itu juga menjadi bukti jika kebijakan pemerintah menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan HPP sebesar Rp 6.500 per kg, berjalan efektif,” tuturnya.
Intervensi pasar melalui ketetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tersebut diakui memberikan iklim usaha yang sehat serta ketenangan bagi para produsen gabah lokal.
“Dan memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia,” jelas Ihsan.
Dampak langsung dari masifnya perolehan serapan domestik ini berhasil mengatrol volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional, dengan total stok kelolaan Bulog saat ini melampaui 5 juta ton.
Ketersediaan instrumen pangan yang kuat ini dialokasikan penuh guna menghadapi berbagai program pemerintah, seperti operasi stabilisasi harga pasar, penyaluran bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana alam.
Mengingat aktivitas panen raya masih bergulir di sejumlah wilayah sentral produksi, Bulog menatap optimis bahwa total target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun ini dapat terealisasi secepatnya.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani,” tegas Ihsan.
Melalui keberlanjutan optimalisasi serapan ini, Bulog memantapkan komitmen jangka panjangnya dalam mengawal kedaulatan pangan yang mandiri.
“Dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutupnya. (Tia)










