Palembang,Focuskini
Dapur Pakri yang berada di Jalan Bambang Utoyo Palembang bukan hanya sekadar tempat memasak biasa melainkan pusat produksi gizi di Provinsi Sumatera Selatan dalam menopang program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Demi menciptakan pelajar-pelajar yang cerdas diperlukan nutrisi dan makanan bergizi sebagai bentuk penunjangnya, oleh karena itu Dapur Pakri hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Hal itu disampaikan Assessor Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Polda Sumsel, AKBP M Idham Suhairi, Selasa 18 November 2025.
“Setiap hari, mulai dari tengah malam hingga menjelang subuh, tim kami bekerja menyiapkan makanan yang bergizi, higienis, dan siap distribusi ke masyarakat dan anak-anak pelajar kita yang ada di Provinsi Sumatera Selatan ini,” jelasnya.
Dijelaskannya, dapur ini berfungsi sebagai pusat penyedia makanan bergizi bagi anak sekolah, masyarakat yang membutuhkan, serta berbagai kegiatan pelayanan sosial kepolisian lainnya.
Program ini, lanjutnya merupakan wujud nyata keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil, sekaligus bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Setiap paket makanan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga melalui proses pengecekan kualitas yang ketat. Setelah dikemas, paket-paket tersebut akan diangkut menggunakan kendaraan operasional menuju titik-titik distribusi pada pagi harinya,” ujarnya.
“Yang kami siapkan bukan hanya makanan, tapi juga kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir melalui Polri,” tambah AKBP Idham.
Menurutnya, program ini juga memperkuat peran Polri dalam fungsi sosial kemasyarakatan. Bukan lagi sekadar menjaga keamanan, Polda Sumsel melalui SPPG hadir sebagai pelayan kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Hingga kini, Dapur Pakri terus beroperasi tanpa henti setiap hari. Dengan dukungan personel yang terlatih, fasilitas modern, serta koordinasi yang solid, dapur ini menjadi simbol kepedulian dan pengabdian Polda Sumsel dalam mendukung program nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Sementara pantauan di lokasi, ketika malam di Kota Palembang mulai larut,
suasana Komplek Pakri di Jalan Bambang Utoyo tampak lengang. Namun di salah satu sudutnya, tepat di sebuah bangunan bercat putih, aktivitas justru baru dimulai.
Lampu-lampu neon menyala terang, memperlihatkan puluhan personel berseragam biru dengan celemek hijau muda yang tengah bersiap-siap. Mereka adalah para pengolah makanan di Dapur Satuan SPPG Polda Sumsel yang menjadi basis atau jantung operasional Program MBG di wilayah Sumsel.
Bangunan seluas 400 meter persegi itu dulunya hanyalah sebuah aula pertemuan. Setelah direvitalisasi oleh Polda Sumsel, ruangan tersebut kini menjelma menjadi dapur standar modern yang sepenuhnya difungsikan untuk mendukung penyediaan makanan sehat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Peralatan memasak industri, ruang sterilisasi, area pengemasan, hingga jalur distribusi yang tertata rapi memperlihatkan betapa seriusnya Polda Sumsel dalam menjalankan tugas besar ini.
Aktivitas di dapur dimulai sejak pukul 23.00 WIB. Para personel berpindah dari satu meja ke meja lainnya, mencuci sayuran, meracik bahan makanan, mengolah lauk, dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kebersihan. Suara deru kompor industri berpadu dengan ritme cepat para petugas, menciptakan kesan kesibukan yang teratur.
Ketika fajar menyingsing dan kota mulai hidup kembali, Dapur Pakri telah menyelesaikan tugas utamanya dengan mengirimkan ribuan porsi makanan bergizi yang menjadi harapan bagi banyak orang. Dan malam berikutnya, dapur ini kembali bernyala, melanjutkan pengabdian tanpa henti. (den)








