Danamon Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih 14 Persen

  1. Jakarta, Focuskini

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon, BEI: BDMN), anggota MUFG, grup jasa keuangan global, pada hari ini mengumumkan kinerja keuangan dan operasionalnya pada dan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 (FY2025).

Danamon membukukan laba bersih tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp4,0 triliun, tumbuh 14 persen dibanding dengan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), setelah memperhitungkan dampak dari implementasi PSAK 338.

Pertumbuhan profitabilitas ini ditopang dengan penurunan konsisten pada biaya kredit, bersamaan dengan pertumbuhan yang sehat pada pemberian pinjaman dan penghimpunan dana, serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Direktur Utama (Dirut) Danamon Daisuke Ejima menjelaskan sepanjang tahun 2025, Danamon telah mengimplementasikan prioritas strategisnya dengan baik, sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan pada sisi intermediasi maupun profitabilitas, dengan kualitas aset yang tetap terjaga.

Menurut dia, capaian ini tidak terlepas dari kepercayaan seluruh nasabah dan pemangku kepentingan Danamon, serta kontribusi seluruh karyawan Danamon dalam mewujudkan semangat Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial.

“Danamon menyambut tahun 2026 dengan tekad yang lebih kuat untuk menjadi penyedia solusi finansial yang terus berupaya mendapatkan kepercayaan nasabah serta untuk terus berkontribusi lebih banyak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Daisuke, Kamis (19/2/2026).

Dalam aspek intermediasi, per 31 Desember 2025, Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance1 konsolidasian sebesar Rp212,7 triliun, tumbuh 9 persen yoy. Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang pertumbuhan 14 persen pada kredit lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution, 10 persen pada lini bisnis Consumer Banking, beserta dengan pertumbuhan 7 persen pada kredit lini bisnis SME Banking, dan 2 persen pada lini bisnis Adira Finance.

Pada sisi penghimpunan dana, lanjut dia, total simpanan pihak ketiga yang dihimpun konsolidasian sebesar Rp176,9 triliun, tumbuh 16 persen yoy.

Dari jumlah tersebut, simpanan pada tabungan dan giro (current account and savings account) tumbuh 18 persen yoy mencapai Rp75,2 triliun.

Dalam aspek profitabilitas, pada FY2025, Danamon mencatatkan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp21,6 triliun, tumbuh 5 persen yoy.

Pertumbuhan pada pendapatan operasional ini turut dikontribusikan dari pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 9 persen yoy mencapai Rp3,7 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi dicatatkan pada pendapatan non-bunga tresuri yang tumbuh 64 persen yoy.

Pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit atau PPOP) konsolidasian tumbuh 4 persen yoy menjadi Rp9,6 triliun.

Selanjutnya, didorong oleh penurunan biaya kredit yang konsisten sebesar 10 persen yoy, Danamon mencatatkan laba bersih konsolidasian3 sebesar Rp4,0 triliun, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam aspek rasio rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) FY2025 sebesar 7,7 persen.

“Pertumbuhan dan profitabilitas di atas dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio cakupan loan-at-risk (LAR coverage ratio)4 meningkat 560 basis poin yoy mencapai 54,9 persen, sementara rasio LAR mencapai 8,3 persen atau lebih baik 230 basis poin yoy,” terangnya.

Rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) mencapai 280,7 persen. Rasio NPL bruto2 membaik 20 basis poin yoy mencapai 1,7 persen.

Danamon juga memiliki tingkat likuiditas dan permodalan yang kuat, dengan rasio cakupan likuiditas (LCR) sebesar 158,9 persen, atau lebih tinggi 14,1 poin persentase dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, rasio pendanaan stabil bersih (NSFR) sebesar 117,9 persen, serta rasio kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM) konsolidasian sebesar 25,4 persen, melampaui kewajiban yang ditetapkan regulasi.

Capaian Operasional pada FY2025

Danamon juga mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang FY2025 seiring dengan implementasi prioritas strategisnya yang diimplementasikan melalui fokus pada sejumlah ekosistem bisnis prioritas, serta investasi untuk membangun fondasi yang mendukung kemajuan bisnis, termasuk investasi pada perbankan digital, branding, sumber daya manusia (SDM), dan transformasi kantor cabang.

Pada ekosistem otomotif, Danamon mencatatkan pertumbuhan 41 persen pada pembiayaan kendaraan bermotor kolaborasi dengan Adira Finance melalui solusi pembiayaan KPM Prima, mencapai Rp2,1 triliun.

Pertumbuhan ini dicapai dengan berbagai inisiatif, seperti dukungan sebagai sponsor utama dan Official Bank Partner Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 untuk tahun keempat, acara temu nasabah di sejumlah kantor cabang, serta program khusus dalam rangka ulang tahun ke-69 Danamon.

Pada ekosistem haji dan umrah, Danamon telah meningkatkan kemitraan dengan lebih banyak biro perjalanan haji dan umrah, dengan pertumbuhan jumlah mitra biro perjalanan sebesar 31 persen yoy.

Danamon juga mencatatkan pertumbuhan 43 persen yoy pada jumlah rekening terkait haji dan umrah, termasuk dari calon jemaah haji dan umrah, maupun dari ekosistem terkait.

Pada ekosistem pendidikan, Danamon kini bermitra dengan lebih dari 120 institusi pendidikan di seluruh Indonesia, yang menghasilkan pertumbuhan jumlah rekening sebesar 27 persen, mencakup orang tua siswa, siswa, dan rekening gaji (payroll).

Pertumbuhan tersebut turut mendorong pertumbuhan penghimpunan dana pada ekosistem ini sebesar 26 persen yoy.

Danamon juga terus meningkatkan solusi perbankan digitalnya, baik melalui D-Bank PRO maupun Danamon Cash Connect. D-Bank PRO, aplikasi perbankan digital Danamon untuk nasabah retail, terus meningkatkan pengalaman nasabah dalam mengakses ragam solusi finansial Danamon.

Peningkatan terus-menerus pada aplikasi D-Bank PRO menghasilkan pertumbuhan jumlah transaksi pada aplikasi D-Bank PRO sebesar 35 persen yoy, dengan nilai transaksi total tumbuh 29 persen yoy.

Danamon Cash Connect, aplikasi perbankan digital Danamon untuk nasabah korporasi, mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 11 persen yoy, dengan pertumbuhan nilai transaksi total sebesar 16 persen yoy.

Sebagai bagian dari upaya transformasi kantor cabang, pada tahun 2025 Danamon telah mentransformasikan 27 kantor cabang, sehingga menjadikan total 120 kantor cabang yang telah bertransformasi sejak tahun 2022. Lebih dari 200 acara komunitas telah diselenggarakan Danamon sepanjang tahun 2025 di beragam kantor cabangnya di seluruh Indonesia.

Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial

Danamon turut memperkuat landasan untuk Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial bersama dengan anggota grup perusahaan dan mitra strategisnya, agar dapat terus menyediakan solusi finansial holistik dengan memanfaatkan kekuatan unik dari masing-masing anggota grup yang hadir bersama-sama bagi nasabah dan pelanggannya di Indonesia.

Pada Juli 2025, Danamon menerima persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) dari Konglomerasi Keuangan MUFG (KK MUFG) di Indonesia.

Sebagai PIKK, Danamon bertanggung jawab mengendalikan, mengonsolidasikan dan bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas KK MUFG di Indonesia.

Pada 1 Oktober 2025, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), anak perusahaan konsolidasian Danamon, telah menyelesaikan penggabungan usahanya dengan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance), di mana Adira Finance menjadi perusahaan yang menerima penggabungan.

Melalui penggabungan tersebut, Adira Finance semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan otomotif dan multiguna terkemuka di Indonesia.

Dengan demikian, per tanggal 31 Desember 2025, KK MUFG di Indonesia beranggotakan Danamon sebagai PIKK, Adira Finance sebagai anggota, dan PT Home Credit Indonesia sebagai anggota.

Danamon bekerja sama dengan MUFG Innovation Partners (MUIP) dalam menyediakan Garuda Fund, sebuah pendanaan ventura sebesar US$100 juta yang tersedia untuk pendanaan dalam rangka mendukung perkembangan usaha rintisan (startup) di Indonesia.

Selain itu, Danamon juga mengambil bagian sebagai salah satu limited partner dari Japan Thematic Fund, sebuah pendanaan khusus bagi usaha rintisan kerja sama lintas batas antara Indonesia dan Jepang dalam sektor tertentu seperti perkembangan perkotaan, kesehatan, dan pendidikan, dengan komitmen pendanaan keseluruhan sampai dengan US$100 juta.

Sepanjang tahun 2025, Danamon bersama dengan anggota grup perusahaan dan mitra strategisnya telah menyelenggarakan dan berpartisipasi di lebih dari 80 acara bersama (co-event), termasuk di antaranya IIMS, Jak-Japan Matsuri, dan sejumlah kegiatan pemasaran bersama di tingkat regional lainnya.

Informasi lebih lanjut mengenai kinerja FY2025 Danamon akan tersedia melalui presentasi Investor & Analyst Briefing yang tersedia pada situs web Danamon.

Laporan keuangan konsolidasian Danamon yang telah diaudit akan tersedia dan dapat diakses melalui situs web Danamon dan situs web Bursa Efek Indonesia.

Indikator Kinerja Keuangan Danamon di Luar Dampak Penggabungan Usaha Adira Finance-Mandala Finance

Apabila mengecualikan dampak dari penggabungan usaha Adira Finance-Mandala Finance, pada aspek intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian tumbuh 9 persen mencapai Rp206,9 triliun. Dalam sisi penghimpunan dana, simpanan pihak ketiga tumbuh 15 persen mencapai Rp176,9 triliun.

Pada aspek profitabilitas, dengan mengecualikan dampak dari penggabungan usaha Adira Finance-Mandala Finance, Danamon mencatatkan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp19,5 triliun, tumbuh 3 persen, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 10 persen mencapai Rp3,7 triliun.

Didukung oleh beban operasional yang cenderung stabil, Danamon mencatatkan PPOP sebesar Rp8,6 triliun, tumbuh 4 persen yoy. Dengan penurunan biaya kredit sebesar 18 persen yoy, Danamon mencatatkan laba bersih setelah pajak3 sebesar Rp3,9 triliun, tumbuh 21 persen yoy.(soim)