Plaju,Focuskini
Membangun operasi kilang yang aman, andal, dan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar kepatuhan terhadap prosedur. Diperlukan mindset yang tepat, budaya kerja yang kuat, serta komitmen setiap pekerja untuk mengenali potensi masalah, mengambil tindakan, dan memastikan perbaikan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Semangat tersebut diwujudkan Kilang Plaju melalui Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Temuan Safety Walk and Talk (SWAT), On Duty Management (ODM), Plant Patrol (PP), dan Mindset & Culture Day (MCD) periode 2025–2026 yang dilaksanakan pada Kamis (15/10). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas fungsi untuk mengevaluasi temuan, memetakan pola kondisi yang berulang, serta memperkuat ownership dan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.
Melalui pendekatan Operational Performance Improvement (OPI), temuan di area kerja tidak hanya dipandang sebagai ketidaksesuaian yang harus diselesaikan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran untuk memperbaiki cara kerja, memperkuat sistem manajemen, dan membangun perilaku proaktif. Pemetaan objek dan pola temuan menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan, memperjelas tanggung jawab, serta mengidentifikasi langkah pencegahan agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Asrinur, menekankan pentingnya menjadikan perbaikan sebagai bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari.
“Harapannya, temuan yang sama tidak terus berulang. Kita perlu membangun kebiasaan kerja yang memastikan kondisi area tetap terjaga, sehingga perbaikan tidak berhenti pada penyelesaian temuan,” ujar Asrinur.
Sejalan dengan hal tersebut, Manager OPI RU Plaju, Felix Viceroy, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fungsi, penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta pemantauan progres secara konsisten. Melalui koordinasi yang terarah, setiap fungsi diharapkan memiliki kejelasan tanggung jawab dan mampu memastikan tindak lanjut berjalan efektif, sekaligus menjadikan setiap temuan sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kinerja operasional.
Penguatan ini juga mencakup standardisasi proses pelaksanaan SWAT, ODM, PP, dan MCD, penyelesaian temuan melalui sistem P-Horse, serta penguatan housekeeping dan penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin). Langkah-langkah tersebut diharapkan mendukung konsistensi pelaksanaan, meningkatkan disiplin tindak lanjut, dan memperkuat upaya pencegahan di seluruh area kerja.
Bagi Kilang Plaju, keberhasilan perbaikan tidak hanya diukur dari terselesaikannya temuan, tetapi juga dari perubahan mindset, terbentuknya budaya kerja yang peduli dan bertanggung jawab, serta kemampuan mempertahankan kondisi yang telah diperbaiki. Dengan demikian, perbaikan menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari, bukan sekadar respons terhadap inspeksi atau temuan.
Melalui kolaborasi, penguatan budaya, dan evaluasi berkelanjutan, Kilang Plaju terus mendorong peningkatan kinerja operasional yang berorientasi pada keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga operasional kilang tetap optimal serta mendukung keberlangsungan pasokan energi bagi masyarakat.














