Palembang,Focuskini
Komitmen nyata untuk petani kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Pagar Alam. Walikota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah bersama Wakil Walikota Hj. Bertha, secara langsung melantik dan mengukuhkan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Pagar Alam Periode 2026-2031.
Pelantikan yang tidak digelar di gedung mewah, melainkan di tengah hamparan lahan pertanian milik Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Rabu (30/09/2026), ini menjadi simbol keberpihakan pemerintah yang turun langsung ke sawah.
Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran penting, mulai dari Wakil Ketua KTNA Provinsi Sumsel M. Ardiansyah, Sekretaris KTNA Sumsel yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumsel Abusari, Perwakilan Polres Pagar Alam, Sekda Kota Pagar Alam, seluruh Kepala OPD, Ketua KTNA Palembang, Ketua KTNA Muara Enim, hingga ratusan anggota KTNA se-Kota Pagar Alam.
Ketua KTNA Kota Pagar Alam terlantik, Sidarhan, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan penuh yang diberikan Pemkot Pagar Alam kepada petani.
Puncak apresiasi justru datang dari tingkat provinsi. Sekretaris KTNA Provinsi Sumsel, Abusari, secara terbuka memuji langkah berani Pemkot Pagar Alam yang dinilainya belum pernah dilakukan daerah lain di Sumatera Selatan.
“Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, baru di Pagar Alam ini pemerintah secara langsung menyerahkan pengelolaan lahan seluas 2,5 hektar yang ditanami bawang putih untuk dikelola oleh KTNA. Ini komitmen nyata agar organisasi bisa berdiri mandiri,” ungkap Abusari.
Ia menegaskan, KTNA sebagai mitra utama pemerintah harus diberi ruang untuk mandiri dan sejahtera, dan Pagar Alam telah memberikan contoh konkret tersebut.
Menanggapi hal itu, Walikota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari visi besar “Pagar Alam Terang Benderang”.
Menurut Wako Ludi, terang benderang yang ia maksud bukan hanya soal lampu jalan yang menyala di malam hari, tetapi juga kejelasan dan optimalisasi aset-aset daerah yang selama ini tidur dan tidak produktif.
“Terang benderang bukan sekadar lampu jalan, melainkan kejelasan dan optimalisasi aset-aset daerah yang selama ini belum tertata. Lahan dan sarana yang sebelumnya tidak terpakai kini kita fungsikan secara produktif untuk rakyat,” tegas Wako Ludi.
Lebih jauh, Wako Ludi memaparkan keberhasilan uji coba penanaman komoditas bawang putih di lahan tersebut. Langkah ini bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi petani lokal, tetapi juga sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan nasional dan Asta Cita Presiden H. Prabowo Subianto.
“Dengan dikelolanya lahan 2,5 hektare ini secara mandiri oleh KTNA, diharapkan Pagar Alam bisa menjadi sentra bawang putih baru di Sumsel dan mengurangi ketergantungan impor,” pungkasnya. (delta)








