Palembang,Focuskini
Maraknya kasus pencurian dan dugaan hipnotis yang menyasar anak sekolah membuat Dinas Pendidikan Kota Palembang bergerak cepat. Pihaknya mengimbau seluruh siswa, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), agar tidak mengenakan perhiasan berlebihan saat beraktivitas di sekolah maupun di perjalanan pulang.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kapiatul Ahlia, S.E., mengatakan bahwa perhiasan seperti gelang, kalung, cincin, atau anting berbahan emas dapat memancing niat pelaku kejahatan. Menurutnya, langkah pencegahan ini penting untuk melindungi anak-anak dari ancaman kriminal yang kian beragam.
“Kami mengimbau agar siswa tidak memakai perhiasan yang mencolok. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pencurian atau perampasan. Orang tua diharapkan ikut mengawasi dan mengingatkan anak-anak mereka agar lebih berhati-hati,” ujar Kapiatul Ahlia, saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang, Senin (10/11/2025).
Lebih lanjut, Kapiatul juga menekankan pentingnya menjaga kesopanan dan kesederhanaan dalam berpenampilan di sekolah. Ia mengingatkan para siswi SMP agar tidak berlebihan dalam menggunakan make up, lipstik, atau aksesori yang tidak sesuai dengan etika dan tata tertib sekolah.
“Sekolah adalah tempat untuk belajar, bukan tempat untuk tampil berlebihan. Kami berharap para siswi dapat menjaga penampilan sewajarnya, baik di lingkungan sekolah maupun saat perjalanan pulang,” ujarnya.
Selain soal perhiasan dan tata busana, Dinas Pendidikan juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua dan guru untuk mencegah tindak kejahatan yang menargetkan pelajar, seperti pencurian atau hipnotis.
Kapiatul menegaskan bahwa orang tua perlu mengajarkan anak-anak tentang keamanan pribadi, seperti tidak menerima makanan atau minuman dari orang tak dikenal, tidak pergi ke tempat sepi sendirian, dan tidak membagikan informasi pribadi kepada orang lain.
“Pastikan anak selalu berada di dekat orang yang dipercaya, seperti guru atau orang tua, saat di sekolah atau tempat umum. Ajarkan juga cara menghadapi situasi darurat, misalnya berteriak meminta tolong jika merasa tidak aman,” kata Kapiatul.
Ia juga mendorong pihak sekolah untuk memperkuat sistem keamanan, misalnya dengan memasang CCTV, menyediakan penjaga sekolah, dan melakukan patroli rutin di lingkungan sekolah.
“Keamanan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap sekolah, guru, dan orang tua dapat terus berkomunikasi untuk memastikan anak-anak merasa aman dan nyaman dalam belajar,” pungkasnya,”tutupnya
Sementara itu,Kepala SMP Negeri 3 Palembang, Dra. Nofritawati, M.Si,menyambut baik imbauan tersebut. Ia menilai langkah itu penting untuk mendidik siswa agar lebih berhati-hati dan menumbuhkan kesadaran tentang keamanan pribadi sejak dini.
“Kami sudah menegaskan kepada seluruh siswa agar tidak membawa barang berharga ke sekolah. Guru piket dan wali kelas juga ikut mengawasi. Jika ada siswa yang masih memakai perhiasan mencolok, kami beri pengarahan langsung,” katanya
Menurut Nofritawati,pihak sekolah juga bekerja sama dengan orang tua untuk memastikan anak-anak berpakaian sederhana dan tidak membawa barang berharga saat berangkat sekolah. “Dengan komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, kami berharap situasi belajar bisa tetap aman dan nyaman,”pungkasnya.(Hasan Basri)













