Palembang,Focuskini
Upaya membangun generasi muda yang sehat terus digencarkan di Sumatera Selatan. Momentum peringatan Hari Hipertensi Sedunia dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran hidup sehat kepada pelajar melalui edukasi pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah sejak dini serta kampanye bahaya merokok di SMA Negeri 10 Palembang, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan sekaligus Ketua Terpilih Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Sumsel Tahun 2026, Hj Lidyawati Cik Ujang, berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ratusan siswa mengikuti senam jantung sehat bersama, penyuluhan kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang disiapkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
Suasana edukatif terasa sejak pagi. Para pelajar tampak aktif mengikuti setiap sesi kegiatan yang dikemas interaktif dengan pesan utama pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja. Kampanye hidup sehat dinilai menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya ancaman penyakit tidak menular yang kini mulai mengintai kelompok usia muda.
Kepala SMA Negeri 10 Palembang Rozali menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, edukasi kesehatan bagi remaja menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.
“Kegiatan ini sangat kami apresiasi. Harapan kami tentu agar para siswa semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan tumbuh menjadi generasi muda yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Lidyawati Cik Ujang mengatakan, peringatan Hari Hipertensi Sedunia tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Ia menegaskan, pola hidup sehat harus mulai dibangun sejak dini melalui kebiasaan sederhana seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan bergizi seimbang, menghindari rokok, serta membiasakan hidup bersih dan sehat.
“Hari ini kita hadir untuk mempromosikan gaya hidup sehat sekaligus mengajak generasi muda menjauhi rokok. Ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat Sumsel yang lebih sehat,” katanya.
Menurut Lidyawati, tantangan kesehatan masyarakat saat ini semakin kompleks. Penyakit jantung dan hipertensi yang dulu identik dengan usia lanjut kini mulai ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup tidak sehat. Karena itu, edukasi sejak dini dinilai menjadi investasi penting bagi masa depan generasi muda.
Melalui Yayasan Jantung Indonesia Sumsel, pihaknya juga mendorong lahirnya komunitas sehat di lingkungan sekolah agar pesan hidup sehat tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Kami berharap setelah kegiatan ini dapat terbentuk Klub Jantung Sehat Remaja di sekolah sehingga edukasi kesehatan bisa terus berjalan dan menjadi budaya positif di kalangan pelajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga kualitas kesehatan generasi penerus bangsa. Generasi muda yang sehat diyakini akan menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jika anak-anak sejak sekarang sadar menjaga kesehatan, maka mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Has)













