Palembang,Focuskini
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang merilis Inflasi bulan Oktober 2025 Kota Palembang y-to-y sebesar 3,36 persen. Angka tersebut naik jika dibanding inflasi bulan sebelumnya dimana inflasi bulan September sebesar 3,28 persen. Pada bulan Oktober 2025 juga terjadi inflasi m-to-m sebesar 0,16 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 2,53 persen.
Angka tersebut dihasilkan BPS Kota Palembang setelah melakukan pemantauan secara rutin terhadap 393 komoditas (Paket Komoditas Hasil SBH2022) di Kota Palembang, pada bulan Oktober 2025 tercatat 67 komoditas mengalami kenaikan harga, sedangkan 74 komoditas mengalami penurunan harga, serta terdapat 252 komoditas dengan harga relatif stabil.
Komoditas penyumbang utama inflasi bulan Oktober 2025 secara m-to-m adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,24 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi m-to-m adalah emas perhiasan, dimana mengalami perubahan harga sebesar 7,91 persen disusul komoditas lainnya yaitu daging ayam ras sebesar 3,50 persen, telur ayam ras 5,81 persen, ikan gabus 5,75 persen dan wortel 7,78 persen.
Sedangkan penyumbang utama inflasi bulan Oktober 2025 secara y-on-y adalah, kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1,56 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah, beras, dan bawang merah. Kelompok perawatan pribadi dan jasa Lainnya dengan andil 1,31 persen, komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan. Kelompok transportasi dengan andil 0,17 persen, komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah angkutan udara, tarif kendaraan roda 4 Online, dan sepeda motor.
Selain itu, BPS Kota Palembang juga mencatat terjadinya deflasi pada sejumlah komoditas seperti perubahan harga Bawang Merah -6,89 persen, Cabai Rawit -16,12 persen, Tomat -10,76 persen, Ayam Hidup -14,46 persen dan Ikan Patin -1,96 persen. Penurunan harga ini disebabkan pasokan normal.
Berdasarkan fenomena yang berhasil dikumpulkan BPS Kota Palembang penyebab kenaikan inflasi Oktober adalah, harga emas perhiasan masih menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik internasional yang mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
Untuk kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras fenomena yang dikumpulkan disebabkan oleh bibit ayam doc (day old chick) terbatas, biaya produksi meningkat, harga pakan jagung meningkat dipicu juga tingginya permintaan masyarakat dan pemenuhan SPPG untuk program MBG.
Terjadinya kenaikan harga BBM Non-Subsidi yang mengalami penyesuaian per 1 Oktober 2025, rincian kenaikan Dimana untuk komoditas Solar, kualitas Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan masing-masing Rp 100,00 dan Rp 150,00. (ril)









