Palembang,Focuskini
ETF Emas menjadi pendongkrak baru investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatra Selatan (Sumsel) tahun ini.Resmi diluncurkan 10 Agustus 2026, bertepatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal. Ini tonggak baru yang sudah dikaji 10-15 tahun dan baru terealisasi setelah POJK No. 2 Tahun 2026 + Fatwa DSN-MUI No.163/2025.
“Karena pada prinsipnya, investasi adalah memberikan perlindungan keuangan kita di masa depan. Karena yang namanya ketidakpastian adalah suatu hal yang pasti,” ujar Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia Sumatra Selatan, Hari Mulyono, Kamis (8/10/2026).
Produk ETF merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Unit penyertaan produk tersebutbdiperdagangkan di Bursa Efek Indonesia seperti saham. Intrumen ini diklaim lebih fleksibel dan transparan.
Hari menyampaikan, ETF Emas cocok dicoba investor pemula. Sebab, intrumen keuangan ini unggul pada keterjangkauan dan dapat dimulai dengan modal relatif murah. Sehingga, investor sudah bisa memiliki aset keuangan berbasis emas yang harganya mengikuti harga pasar secara real-time di bursa.
Peluncuran ETF Emas di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih kata Hari, justru menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi.
“Justru yang namanya investasi itu harus dilakukan dalam situasi apapun,” jelasnya.
Melihat perkembangan pasar, saat ini, antusiasme masyarakat Sumsel terhadap pasar modal terus tumbuh. BEI mencatat jumlah investor pasar modal di wilayah twrsebut telah mencapai sekitar 1 juta orang.
“Kita sudah cukup senang hati. Karena dari 9 juta warga Sumsel, satu jutanya telah menjadi investor pasar modal,” katanya.
Lebih lanjut ia memyampaikan, dengan adanya ETF Emas, BEI menargetkan pertumbuhan investor bisa lebih signifikan. Hal ini berkaca pada data nasional yang menunjukkan 86,9 persen masyarakat Indonesia telah memiliki emas secara fisik.
Kemudian kaya Hari, dengan transformasi ke produk ETF Emas, aset tersebut tidak hanya disimpan, tetapi bisa bertumbuh nilainya melalui pasar modal.
“Secara nasional 86,9 persen Indonesia itu telah memiliki emas, dengan adanya ETF emas ini bisa bertumbuh aset melalui produk ini,” kata dia.(soim)














