Garap Ruas Betung-Jambi, Hutama Karya Kantongi Kredit Sindikasi Rp 13,64 Triliun

Palembang,Focuskini

PT Hutama Karya (Persero) memastikan keberlanjutan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi.

Kepastian ini menyusul perolehan dukungan pendanaan sebesar Rp 13,64 triliun melalui kerja sama sindikasi perbankan.

Penandatanganan fasilitas pinjaman ini dilakukan di HK Tower, Jakarta. Dana segar tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk mempercepat progres konstruksi fisik, guna memangkas waktu tempuh antarprovinsi di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi secara signifikan.

Tak tanggung-tanggung, ada enam raksasa keuangan yang ikutan patungan untuk proyek tersebut, diantaranya Bank Mandiri, BRI, BSI, BCA, Bank Mega dan PT Sarana Multi Infrastruktir (SMI).

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menyebut bahwa tol sepanjang
170,73 km tersebut adah tulang punggung utama yang akan menyambungkan Betung sampai ke Kota Jambi.

“Keberadaan ruas ini diproyeksikan dapat mengefisiensikan perjalanan, dimana menurut kajian Core Indonesia (2024), penghematan waktu tempuh ruas ini sekitar 59,05 persen,” sebut Mardiansyah, Selasa (24/2/2026).

“Peningkatan efisiensi tersebut diharapkan turut berdampak pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan transportasi bagi masyarakat,” sambung Mardiansyah.

Ruas tol tersebut juga diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan aktivitas ekonomi setempat.

Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, pelaksanaan pembangunan diharapkan berjalan lebih konsisten sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat dirasakan secara bertahap.

“Perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi porsi pendanaan proyek,” kata Mardiansyah.

Dukungan dari konsorsium perbankan dan lembaga non-keuangan mencerminkan kepercayaan serta komitmen yang kuat terhadap pembangunan infrastruktur.

Hutama Karya berkomitmen mengelola pendanaan secara prudent, transparan, dan akuntabel, serta memastikan pelaksanaan konstruksi mengedepankan mutu dan keselamatan agar manfaat konektivitas dan efisiensi logistik dapat segera dirasakan.

“Hutama Karya mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam terwujudnya kerja sama sindikasi tersebut. Kami optimistis sinergi yang terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing global,” tutup Mardiansyah. (uci)