Palembang,Focuskini
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Ogan Ilir (OI) Aisyah Anggraini, guru SMA Negeri 1 Pemulutan Barat OI. Seorang guru berdedikasi, berhasil terpilih sebagai salah satu dari 12 Finalis Nasional Program Terpujilah GURU 2026 yang diselenggarakan oleh Telkomsel.
Aisyah berhasil melewati seleksi dari sekitar 4.000 peserta hingga masuk Top 400, Top 80 dan akhirnya Top 12. Pencapaian tersebut membawanya mewakili Sumatera Selatan sekaligus membawa nama sekolah ke tingkat nasional.
Dikatakannya, ia berhasil menyisihkan ribuan peserta dan lolos ke tahap puncak bersama 11 finalis lain dari seluruh Indonesia. Pada puncak acara yang digelar di Jakarta pada 23 September 2026 lalu, para finalis mempresentasikan praktik pembelajaran digital yang telah diuji coba di sekolahnya.
Menariknya, Aisyah mengetahui program tersebut dari Instagram. Karena belum mendapat sosialisasi langsung, ia sempat memastikan ke admin Telkomsel melalui DM apakah program tersebut benar-benar resmi. “Saya tanya melalui DM, apakah benar Terpujilah Guru ini program Telkomsel. Alhamdulillah dijawab benar, jadi saya pastikan dulu informasinya,” katanya.
Selama mengikuti program, Aisyah mendapatkan berbagai pelatihan terkait pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI). Guru dibekali pemahaman bahwa AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu untuk mencari ide dan mengembangkan kreativitas pembelajaran.
Peserta juga ditantang membuat berbagai produk pembelajaran, seperti poster, LKPD, PPT hingga kuis berbasis HTML. Aisyah yang merupakan guru Fisika membuat materi yang disesuaikan dengan mata pelajaran dan kebutuhan siswa.
“Jadi hasilnya bisa langsung digunakan dalam pembelajaran. Kalau saya guru Fisika, tugasnya juga dibuat sesuai materi Fisika,” jelasnya.
Selain AI, peserta juga belajar membuat konten edukasi, mulai dari menentukan hook, menyampaikan pesan hingga editing menggunakan platform digital. Aisyah kemudian membuat konten Fisika yang mengangkat hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti alasan penggunaan kayu atau plastik pada pegangan panci.
Para peserta juga diarahkan mengikuti sertifikasi Google Educator, termasuk Level 1, Level 2 dan Gemini. Menurut Aisyah, pembelajaran tersebut semakin memperkaya kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Bukan hanya teknologi, kami juga belajar memahami kebutuhan murid, psikologi dan bagaimana membuat pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak,” ujarnya.
Ditegaskannya, Kegiatan Terpujilah Guru menunjukkan bahwa Telkomsel selalu memberikan Kesempatan Bersama Untuk Maju, Terpujilah Guru dapat menjadi bagian dari perluasan manfaat digital, untuk terus mendekatkan manfaat teknologi dengan kebutuhan pengajar guna meningkatkan kemampuan anak didik demi kemajuan bangsa.(soim)














