Muba,Focuskini
Komitmen Lapas Sekayu dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan hunian kembali ditegaskan. Sebagai langkah nyata deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, Lapas Sekayu gelar kegiatan tes urine serentak terhadap seluruh jajaran petugas, serta Warga Binaan khususnya yang terjerat kasus narkotika, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, sekaligus menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
Guna menjaga objektivitas dan transparansi hasil tes urine, Lapas Sekayu turut berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya Puskesmas Balai Agung Sekayu.
Sebanyak 50 petugas dan 580 Warga Binaan mengikuti tes urine. Hasilnya, seluruh petugas dan warga binaan dinyatakan negatif.
Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi menyatakan bahwa, tes urine ini merupakan langkah preventif sekaligus evaluasi internal, untuk memastikan tidak ada oknum petugas maupun Warga Binaan yang terlibat dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
“Kami tidak main-main dengan narkoba. Tes urine ini dilakukan tanpa terkecuali, dimulai dari saya sendiri, pejabat struktural, seluruh staf, hingga Warga Binaan. Ini adalah bentuk transparansi dan komitmen kami kepada masyarakat dan pimpinan bahwa Lapas Sekayu harus bersih dari penyalahgunaan narkotika,” kata Aris.
Proses pengambilan sampel urine dilakukan dengan pengawasan ketat oleh jajaran petugas dan tim medis klinik Lapas Sekayu, untuk menjamin keakuratan dan keaslian hasil.
Kepala KPLP Sekayu, Ari Ismanto mengatakan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan mendadak (insidentil). “Kami ingin memastikan bahwa lingkungan hunian tetap kondusif. Jika ditemukan ada yang positif, tentu akan ada tindakan tegas sesuai dengan regulasi dan hukum yang berlaku, baik bagi petugas maupun Warga Binaan,” jelasnya.(hafis)









