Lempuing,Focuskini
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meluncurkan Gerakan Tanam (Gertam) Menyongsong El Nino di lokasi cetak sawah Desa Cahaya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Langkah ini dilakukan oleh Pemprov Sumsel bersama para petani untuk mengelola kondisi alam agar ketahanan pangan tetap terjaga, sekaligus mengejar target produksi 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026.
“Gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan episentrum terpupuknya semangat kita bersama. Musim menjelang kemarau ini adalah berkah. Kita berani menanam karena OKI memiliki keunggulan lahan yang luas, subur, dan potensi air yang melimpah berkat aliran Irigasi Komering yang sampai ke sini,” ujar Deru di OKI, Kamis (21/5/2026).
Deru menjelaskan bahwa fenomena El Nino dan musim kemarau tahun ini memang berbeda dari biasanya.
Meski demikian, ia tetap optimis kerja sama antara kepala daerah, petani, dan penyuluh dapat mewujudkan target 5 juta ton GKG tersebut agar produktivitas pangan Sumsel naik ke peringkat kedua nasional.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan petani dalam mengikuti arahan penyuluh mengenai pupuk, irigasi, dan jaminan harga jual.
Selain itu, melalui Program Peningkatan Entrepreneur Petani (P2EP), petani juga diajak untuk belajar berbisnis.
“Saya ingin gerakan ini dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota dan diikuti oleh petani lainnya. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi,” katanya.
Dukungan untuk gerakan ini juga datang dari TNI, di mana Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan jika pihak TNI siap mengawal program ketahanan pangan ini secara luas di seluruh wilayah Sumatera Selatan, terutama untuk menyukseskan program cetak sawah.
“Saat ini kami telah melakukan identifikasi lahan yang rawan kekeringan, mendistribusikan kebutuhan lahan, serta melakukan monitoring dan evaluasi setiap hari agar program cetak sawah berjalan sesuai rencana,” imbuhnya.
menyambut baik program ini dan menyatakan daerahnya siap menghadapi El Nino dengan mengatur pola tanam yang baik bersama pemerintah pusat dan provinsi.
Kabupaten OKI saat ini memiliki Luas Baku Sawah (LBS) sebesar 105.436 hektare yang menempatkannya sebagai daerah pemilik sawah terbesar kedua di Sumsel setelah Kabupaten Banyuasin.
Untuk musim tanam 2025–2026, Kabupaten OKI menargetkan total luas tanam sebesar 158.781 hektare demi menyokong target provinsi.
“Sekitar 30 persen lahan di OKI merupakan rawa lebak yang selama ini belum optimal dimanfaatkan karena genangan air. Kondisi El Nino dan kemarau justru membuka peluang emas bagi kita untuk meningkatkan luas tanam di lahan rawa lebak tersebut,” jelasnya.
Dalam acara ini, pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa 2 ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lahan cetak sawah seluas 400 hektare, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama para kepala daerah, Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.
“Kami terus membutuhkan dukungan dari Pemprov Sumsel serta kontribusi CSR untuk alat pertanian. Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong, bersinergi, dan berkolaborasi,” ucap dia. (Tia)










