Palembang,Focuskini
Lomba memancing kembali menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Ketua PGRI Kota Palembang, Dr. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa agenda bernuansa santai tersebut setiap tahunnya selalu mendapat sambutan hangat dari para guru.
Menurut Zulinto, lomba memancing dipilih sebagai bentuk rekreasi ringan yang mampu memberikan ruang bagi para guru untuk melepas penat dari rutinitas mengajar. Antusiasme peserta disebutnya meningkat dari tahun ke tahun, terlihat dari banyaknya guru yang telah mendaftarkan diri sejak pendaftaran dibuka.
“Kebersamaan dan silaturahmi menjadi roh utama kegiatan ini. Sambil memancing, para guru bisa bercengkerama, menikmati suasana, dan mencoba keberuntungan mendapatkan ikan. Ini momen yang benar-benar dinanti untuk menyegarkan pikiran di tengah kesibukan sebagai pendidik,” ujar Zulinto.
Ia menegaskan bahwa PGRI tidak hanya berfungsi sebagai wadah perjuangan profesi, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan dan kebahagiaan bersama.
“Lewat lomba memancing ini, kami ingin menunjukkan bahwa PGRI adalah rumah bagi guru tempat kita berjuang, bersatu, dan berbahagia bersama,” katanya.
Sementara itu, pemilik kolam pemancingan Bang Buyung, Hasanudin, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa lomba memancing yang digelar tahun ini akan mempertandingkan ikan patin, dengan kategori perseorangan ikan terbanyak dan ikan terberat.Para pemenang akan mendapatkan piala tetap dan piala bergilir.
Hasanudin mengapresiasi semangat para guru yang selalu antusias mengikuti perlombaan. Menurutnya,hal itu menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kekompakan guru-guru di Kota Palembang.
“Antusiasme peserta setiap tahun luar biasa.Ini bukan hanya lomba, tetapi bukti keakraban dan kekeluargaan yang terjalin kuat di antara para guru,” tuturnya.
Ia memastikan seluruh persiapan di kolam Bang Buyung telah ditata dengan baik, termasuk keamanan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan pada 22 November mendatang.
“Kami ingin lomba ini tidak hanya berjalan aman dan tertib, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan, sarat makna, serta mempererat hubungan antar anggota PGRI,” tambahnya.
Hasanudin juga menyoroti sisi positif dari aktivitas memancing yang sering dianggap sederhana.
Menurutnya, kegiatan ini justru memberi banyak manfaat bagi kesehatan fisik.
“Gerakan melempar umpan, menarik ikan, hingga menjaga posisi tubuh saat menunggu, semuanya melibatkan aktivitas fisik yang dapat membakar kalori dan melatih fungsi kardiovaskular,” jelasnya.
Selain itu, memancing juga melatih ketelitian dan kesabaran. Menunggu ikan menyambar umpan membutuhkan kendali emosi dan fokus yang baik.
“Memancing adalah latihan mental yang efektif. Peserta belajar bersabar, mengendalikan emosi, serta menikmati proses, bukan hanya hasil,”ujarnya
Persiapan menuju gelaran Lomba Mancing di Kolam Pemancingan Bang Buyung pada 22 November mendatang terus dimatangkan. Ketua pelaksana kegiatan, Herry, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 85 peserta telah terdaftar.
“Untuk sementara, jumlah peserta yang masuk sudah mencapai 85 orang. Pendaftarannya masih kami buka hingga menjelang hari pelaksanaan,” ujar Herry.
Lomba mancing tersebut akan berlangsung dalam dua kategori, yakni kategori tim dan perorangan.
Dalam kategori tim, tercatat 10 grup telah memastikan keikutsertaan. “Setiap tim beranggotakan tiga orang, sehingga antusiasme peserta cukup tinggi,” kata Herry.
Sementara itu, pada kategori perorangan, terdapat 55 peserta, terdiri dari:
44 peserta dari PGRI,
2 peserta dari sekolah negeri,
7 peserta dari Dinas Pendidikan Kota Palembang.
Herry menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan antar pendidik dan tenaga kependidikan.
“Selain untuk menjalin silaturahmi, lomba ini menjadi ruang bagi peserta untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas mengajar dan bekerja. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan suasana segar dan memupuk semangat kebersamaan,” ujarnya.
Lomba mancing yang digelar setiap tahun ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang semakin mempererat hubungan antar instansi pendidikan di Palembang,”pungkasnya.(Hasan Basri)














