I5 Mahasiswa Prodi PAI UIN Raden Fatah Palembang Ikut  Munaqosyah

Palembang,Focuskini

Sebanyak 15 mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan ujian munaqosyah, Kamis 9 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Prodi PAI ini bertujuan untuk mengukur dan menguji kemampuan serta kualitas mahasiswa dalam menguasai materi yang telah dipelajari, baik itu hafalan Al-Qur’an, pembacaan Tartil, atau penulisan karya ilmiah seperti skripsi.

Ketua Program Studi PAI, Dr Nyayu Soraya M Hum mengatakan, peserta ujian munaqosyah yang terdiri dari 15 orang ini merupakan mahasiswa akhir angkatan 2020, 2021, 2022 yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi dalam mengikuti ujian munaqosyah sehingga merupakan mahasiswa yang telah siap mendapatkan gelar sarjana pendidikan.

“Proses ujian berjalan dengan lancar dan tertib sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Setiap mahasiswa diuji oleh tim penguji yang terdiri dari dosen pembimbing dan penguji akademik sesuai dengan bidang keilmuannya,” katanya.

Berdasarkan hasil penilaian tim penguji, seluruh peserta dinyatakan lulus ujian munaqosyah dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Tujuan ujian munaqosyah ini merupakan penilaian akhir bagi mahasiswa dalam menyelesaikan kegiatan akademik di kampus dan menjadi syarat untuk memperoleh gelar sarjana seperti menilai proses dan hasil dari penulisan karya ilmiah yang telah dikerjakan mahasiswa, seperti skripsi,” terangnya.

“Mengukur kemampuan akademik seperti menguji seberapa jauh pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang studinya telah dikuasai sebelum mereka dinyatakan lulus,” tambahnya.

Selain untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi yang sudah dipelajari selama ini, lanjut Nyayu Soraya tujuan ujian munaqosyah juga untuk menguji kelancaran dan keakuratan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya untuk mencetak penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.

“Mengukur kemampuan bacaan (Tartil), seperti menilai keterampilan peserta dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan sesuai standar,
menilai pemahaman peserta terhadap makna dan isi kandungan Al-Qur’an,
meningkatkan kecintaan dan semangat belajar dalam mempelajari, menghafal, dan memahami Al-Qur’an,” terangnya.

“Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras peserta dalam pembelajaran Al-Qur’an, serta sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran yang telah dijalani untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya mahir membaca dan menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an,” tutupnya menambahkan.

Kegiatan ini turut dihadiri pula oleh Sekretaris Program Studi Dr Rohmadi M Pd dan para dosen penguji ujian munaqosah. (den)