Plaju,Focuskini
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelancaran dan keandalan operasional kilang sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelarasan model perencanaan pengolahan dan penyaluran minyak, termasuk melalui Focus Group Discussion (FGD) GRTMPS Model Enhancement: Unlocking Refinery Optimization & Profitability yang digelar pada 28-29 Oktober 2026.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya pembaruan data hasil pengujian operasional pada unit FCC dan Polypropylene. Hasil pengujian tersebut perlu dimasukkan ke dalam model perencanaan agar perencanaan di kilang tetap akurat dan sesuai kondisi terkini. FGD diikuti oleh peserta dari fungsi Refinery Business Optimization (RBO) di berbagai unit kilang, fungsi LPMO Direktorat Optimasi Hilir, serta fungsi Engineering & Development RU Plaju, dengan fasilitator Sr Specialist II Linear Programming, Wanti Yosari.
Manager RBO Refinery Unit Plaju, Ery Gunarto, menyampaikan pentingnya kesiapan model perencanaan di tengah tantangan yang dihadapi perusahaan.
“Tentunya dengan tantangan besar yang kita hadapi saat ini, di mana kita dituntut untuk selalu menjaga ketersediaan BBM nasional sekaligus memberikan profit yang maksimum bagi perusahaan, kita harus bergerak taktis. Langkah mitigasi yang krusial adalah dengan menyiapkan model-model optimasi yang presisi, responsif, dan adaptif terhadap dinamika pasar,” ujar Ery.
Dalam diskusi tersebut, peserta menyegarkan kembali pemahaman terkait pedoman pembaruan model dari Fungsi LPMO, serta memaparkan usulan pembaruan model dari masing-masing unit kilang. Penyelarasan ini bertujuan mendukung perencanaan pengolahan dan penyaluran minyak yang lebih optimal.
Model perencanaan menjadi acuan penting dalam menentukan bagaimana minyak diolah dan disalurkan di kilang. Dengan data yang selalu diperbarui dan diselaraskan antar unit kilang, perencanaan diharapkan dapat dilakukan lebih tepat, sehingga kilang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi di lapangan maupun dinamika pasar.
Melalui kegiatan ini, Kilang Plaju berharap model perencanaan yang telah diselaraskan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat, menjaga ketersediaan BBM nasional, serta mendorong kinerja kilang yang lebih baik.(soim)













