Palembang,Focuskini
SMK Negeri 8 Palembang digadang-gadang menjadi salah satu SMK unggulan yang ada di Kota Palembang jika dibandingkan dengan sekolah kejuruan lainnya, terutama dibidang jurusan kelistrikan yang sudah banyak menorehkan prestasi diberbagai perlombaan.
Hal ini dikatakan Kepala SMK Negeri 8 Palembang Rafli, S Pd saat dibincangi media ini, Rabu 12 November 2025.
“Kami bisa dikatakan salah satu SMK unggulan yang ada di kota ini, terutama keunggulannya berada jurusan listrik, kenapa karena setiap
kita mengikuti ajang perlombaan selalu meraih juara, entah itu juara satu ataupun dua,” jelasnya.
“Setiap produk-produk berkaitan dengan pembelajaran berbasis industri khusunya listrik yang kita tampilkan dalam ajang perlombaan selalu menarik perhatian juri dan meraih juara. Salah satunya seperti perlombaan tahun kemarin di Asrama Haji kita memamerkan lampu seperti lampu dinding, lampu hias yang terbuat dari gelas dengan berbagai macam tipe, hasilnya mendapatkan apresiasi dari banyak pihak,” tambahnya.
Dikatakannya, semua produk tersebut hasil kerja siswa yang didapat dari pembelajaran berbasis industri.
“Kedepannya karena kita mengunggulkan jurusan listrik maka kita terus mengajarkan siswa untuk berkreasi bagaimana peralatan listrik khususnya lampu-lampu dinding dan lampu hias yang diproduksi dapat
dipasarkan ke masyarakat luas sehingga bisa menjadi salah satu bentuk pemasukan ekonomis siswa,” terangnya.
“Untuk sekarang produk yang diproduksi siswa masih kami gunakan dilingkungan sendiri, yakni dilingkungan sekolah paling guru sekolah dan siswa yang memanfaatkannya. Kita berharap semua siswa menargetkan ini nantinya ini akan laku dipasaran,” tambahnya lagi.
Masih katanya, keunggulan lainnya yang ada di SMKN 8 Palembang yakni
sekolah ini meluncurkan Perpustakaan Luar Ruangan (Outdoor Library), sebuah inovasi pendidikan yang menggabungkan literasi, teknologi, dan kearifan lokal dalam suasana terbuka nan hijau.
Ruang baca ini bukan sekadar tempat meminjam buku. Di bawah rindangnya pepohonan dan deretan meja kayu di halaman sekolah, para siswa tampak larut membaca, berdiskusi, hingga belajar sambil menikmati udara segar.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tidak membosankan, dan penuh makna. Di sini siswa bisa membaca, berdiskusi, sekaligus berinteraksi langsung dengan berbagai perangkat teknologi,” katanya.
Saat memasuki area perpustakaan, pengunjung akan disambut pemandangan unik, deretan barang teknologi dari masa ke masa, dari alat komunikasi tempo dulu hingga perangkat modern.
Setiap alat dilengkapi kode QR yang bisa dipindai untuk mengakses informasi sejarah, fungsi, dan cara kerjanya.
“Inovasi ini membuat kegiatan membaca lebih hidup. Siswa tidak hanya membuka halaman buku, tetapi juga membuka wawasan tentang perjalanan teknologi,” jelas Rafli.
Tidak hanya itu, di sudut taman juga terpajang karya kerajinan khas Sumatera Selatan seperti anyaman, ukiran, dan produk kreatif lokal. Kehadiran unsur budaya ini menjadikan perpustakaan luar ruangan bukan sekadar ruang baca, tetapi sarana pembelajaran kontekstual tentang kearifan lokal.
“Literasi tidak selalu soal teks. Ia juga tentang memahami budaya, nilai, dan identitas daerah sendiri,” tutupnya. (den)








