Kapolri Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Hadapi Gejolak Global

Palembang, Focuskini

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mempererat silaturahmi. Langkah ini dinilai krusial di tengah situasi global yang sedang bergejolak.

​Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan Safari Ramadhan di Mapolda Sumatera Selatan, Palembang, Sabtu. Sigit menyoroti ketidakpastian kondisi dunia, khususnya konflik di Timur Tengah seperti di Palestina dan Gaza yang turut memicu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

​”Kondisi global saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi banyak negara karena berdampak langsung pada stabilitas global,” ujar Sigit, Minggu (8/3/2026).

Salah satu dampak yang mulai terasa adalah meningkatnya harga minyak dunia. Hal ini dipicu oleh gangguan terhadap jalur distribusi energi, termasuk serangan yang terjadi di wilayah Selat Hormuz yang menjadi jalur utama kapal pengangkut minyak dunia.

Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nasional di tengah situasi global yang tidak menentu tersebut.

Saat ini Presiden Prabowo Subianto juga telah mengumpulkan berbagai tokoh nasional, ulama, serta para pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan merumuskan langkah yang perlu diambil menghadapi kondisi tersebut.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan upaya diplomatik dengan sejumlah negara untuk mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Maka dari itu, seluruh elemen bangsa, mulai dari TNI, Polri, ulama hingga masyarakat harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Kita harus solid menghadapi situasi ini. TNI, Polri, ulama, dan seluruh masyarakat harus bersatu sehingga kita berada dalam satu barisan yang sama,” katanya.

Kapolri Sigit juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang dapat memperburuk keadaan atau memecah belah persatuan.

Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis, termasuk saat pandemi COVID-19, di mana perekonomian nasional mampu pulih dengan cepat dan mencatatkan pertumbuhan yang baik di antara negara-negara G20.

“Tentunya, harapan kita semua dengan situasi saat ini masyarakat jangan mudah terpancing Isu isu yang dapat memperburuk keadaan dan memecahkan belah persatuan. Hal ini harus terus kita jaga,” kata Sigit singkat. (Uci)