Pagaralam,Focuskini
Kemarau panjang tahun ini akhirnya memukul warga Pagar Alam, pasalnya, Dua kecamatan yakni Dempo Tengah dan Dempo Selatan, kini dilanda krisis terutama air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain Sumur-sumur warga yang mengalami kekeringan, Aktivitas harian pun berubah. Ibu-ibu dan bapak-bapak kini harus turun ke sungai setiap hari untuk sekadar mencuci dan mandi.
“Kalau untuk kebutuhan sehari-hari kami ambil ke sungai. Kalau air bersih untuk minum dan masak nunggu kiriman dari PAM Kota,” kata Heri, warga Dempo Selatan.
Sementara informasi dilapangan menyebutkan, Sungai Lematang dan Sungai Ayek Besemah jadi andalan sementara. Pemandangan yang biasanya hanya ramai saat musim liburan, kini dipenuhi warga mengangkut jerigen dan ember
Melihat kondisi itu, Pemkot Pagar Alam bergerak cepat Melalui UPTD PDAM, truk tangki air bersih mulai disalurkan ke titik-titik yang paling terdampak di dua kecamatan tersebut sehingga
bantuan ini jadi napas sementara bagi warga, sambil menunggu solusi jangka panjang.
Walikota Pagar Alam, H. Ludi Oliansyah, memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Tahun 2026 ini Pemkot akan mulai membangun dan merehabilitasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) di Dusun Bandar Kecamatan Dempo Selatan.
“Ini proyek strategis. Tujuannya jelas, meningkatkan pelayanan dasar dan memastikan warga Dempo Selatan tidak lagi cemas tiap musim kemarau datang,” ujar Wako Ludi.
Menurutnya, infrastruktur baru ini diharapkan bisa memperkuat ketahanan pasokan air dan meningkatkan kualitas distribusi saat debit sumber air menurun.
Selama ini, keterbatasan air bersih memang jadi masalah berulang yang mengganggu sekolah, jualan, sampai urusan rumah tangga warga Dempo.
Dengan adanya IPA baru, Pemkot berharap cerita warga antre air di sungai saat kemarau bisa segera jadi masa lalu.(soim)








