Kembali, Diduga Siswa SD di Palembagn Jadi Korban Bullying

Palembang,Focuskini

Lagi dan lagi, aksi perundungan atau bullying dikalangan bocah SD kembali terjadi di Kota Palembang.

Kali ini seorang bocah SD dikawasan Talang Jambe menangis tersedu-sedu dan tidak mau lagi bersekolah setelah diduga mengalami tindakan bullying dilingkungan sekolahnya.

Bocah SD yang tidak disebutkan namanya ini viral di jagat maya
setelah videonya menangis tersedu-sedu saat pulang sekolah tersebar di sejumlah platform.

Video berdurasi tak sampai satu menit itu mempertontonkan kepiluan saat anak tersebut menangis tersedu-sedu dan memutuskan tidak mau lagi sekolah ketika ditanyai oleh kedua orang tuanya.

“Kenapo kau nangis, balek dari sekolah nangis-nangis, ado apo,” tanya ibu bocah SD itu kepada sang anak seperti yang ada di dalam video postingan akun Instagram @plglipp.co.

“Aku dak galak lagi sekolah, aku terus dikatoin samo budak di sekolah, aku dikatoin botak kanker, tumoran, kareno mato aku cak ini, aku malu nian. Tiap hari dio ngitui aku terus, pokoknyo aku dak mau lagi nak sekolah,” jawab anak tersebut sambil terus menangis tersedu-sedu.

Video anak yang diduga mengalami perundungan atau bullying dengan caption bertuliskan diduga jadi korban bullying di salah satu SD Talang Jambe. Sang anak sampai takut ke sekolah dan berhenti beraktivitas itu mendapatkan ragam tanggapan dari warganet.

Banyak netizen yang menonton video itu merasa miris dan kasihan kepada sang anak dengan menuliskan “Ya Allah, kasihan sekali lihat adek ini” di kolom komentar.

Salahsatunya akun dengan nama @qrahma3 hanya bisa kasihan dan mendoakan sang anak agar bisa segera pulih, tegar dan mau bersekolah lagi.

“Ya Allah, kasihan sekali lihat adek ini, semoga adek mau sekolah lagi ya,” tulis akun itu di kolom komentar.

Bahkan ada juga warganet yang memberikan masukan atau tanggapan kepada orang tua sang anak dalam menyampaikan masalah bullying itu.

“Intinyo cak ini bae, selesaikan bae baik-baik panggil budak dan wong tuonyo yang galak ngatoin anak kamu. Jadi biar wong tuonyo tau, jangan berlarut-larut biar cepat selesai masalahnya, men yang komen dak keruan itu dak usah didengarke apolagi nyuruh anak kamu bawa lading itu, itu tindakan dak benar, gawe ngelolo itu buk,” tulis akun @m.rusdi mengomentari postingan akun Instagram @plglipp.co di kolom komentar.

Video dengan tagar #stop bullying, setiap anak berhak merasa aman, di hargai, dan dilindungi ini, menjadi perhatian publik khususnya warganet Kota Palembang dengan berharap agar pemerintah dapat segera menuntaskan kasus-kasus bullying semacam ini.

“Pak @ratudewa tolong,” tulis akun Instagram @nyaman_diawan, berharap Walikota Palembang segera memberikan respon.

Sebelumnya guna mengantisipasi dan memberikan pemahaman terhadap tenaga pendidik dalam menghadapi kasus perundungan atau bullying Dinas Pendidikan Kota Palembang menggelar kegiatan bimbingan teknis pencegahan bullying di Grand Zuri Hotel Palembang.

Dr Conie Pania Putri SH MH, sebagai narasumber sekaligus pemateri di acara itu mengingatkan kepada seluruh tenaga pendidik untuk lebih tanggap dan merespon cepat segala bentuk laporan apapun yang disampaikan oleh siswanya. Karena yang sering terjadi para guru acuh atau menggampangkan permasalahan yang ingin disampaikan siswanya.

“Cara bagaimana mengani kasus secara cepat kita sebagai tenaga pendidik harus lebih memperhatikan lagi apa-apa saja problem yang tengah dihadapi siswa, karena yang sering kami temukan banyak sekali kita
ini terkesan terlalu santai, jangan dianggap sepele. Tolong ditindaklanjuti segera, diterima dengan baik dulu apa yang ingin disampaikan, sekecil apapun masalah yang ingin diceritakan oleh siswa,” ujar Connie.

Selain itu, kata Connie anak-anak yang tertekan dan stres, yang tidak dipedulikan dan diapresiasi, bisa memunculkan sikap agresif dalam bentuk kekerasan sebagai bentuk ego sehingga muncul bullying di satuan pendidikan.

“Jadi, perlu ada ketegasan sikap, guru dan orangtua yang tidak menoleransi kekerasan, memastikan sekolah ramah anak dan bebas bullying,” kata perempuan yang juga merupakan dosen hukum di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang ini. (den)