Palembang,Focuskini
Di tengah momentum krusial penerimaan peserta didik baru, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan melakukan langkah strategis dengan melantik 14 pejabat baru terdiri dari 12 kepala madrasah dan dua pejabat fungsional Selasa (14/4/2026). Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi penegasan arah: menjaga kepercayaan publik terhadap madrasah yang kian diminati.
Pelantikan yang dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag Sumsel. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, para kepala bidang, pembimas, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota, serta jajaran internal lainnya.
Dalam arahannya, Syafitri menegaskan bahwa para pejabat yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar, terutama dalam menjaga stabilitas lembaga di tengah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sensitif dan rawan polemik. Ia mengingatkan agar tidak ada kebijakan yang justru memperkeruh situasi.
“Jangan membuat kondisi menjadi lebih sulit dari yang seharusnya. Saat ini madrasah sedang menghadapi fase penting, di mana kepercayaan masyarakat dipertaruhkan,” tegasnya.
Ia menekankan, madrasah kini bukan lagi pilihan alternatif, melainkan telah menjadi arus utama pendidikan yang dipercaya masyarakat. Lonjakan minat ini, menurutnya, tidak datang tanpa alasan. Madrasah dinilai mampu menawarkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama, sekaligus membentuk karakter siswa secara utuh.
Syafitri memaparkan, kekuatan madrasah terletak pada tiga pilar utama: integrasi keilmuan yang menyatukan sains dan nilai-nilai agama, penguatan aqidah yang moderat dan kokoh, serta pendidikan karakter yang menekankan akhlakul karimah. Kombinasi ini menjadikan madrasah memiliki daya saing sekaligus identitas yang kuat di tengah dinamika pendidikan nasional.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa inti dari seluruh proses pendidikan di madrasah tetap bertumpu pada pembinaan akhlak dan nilai keagamaan. Ia bahkan mencontohkan pilihan pribadinya sebagai orang tua yang mempercayakan pendidikan anaknya di madrasah.
“Setiap orang tua tentu berharap anaknya memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang baik. Madrasah memikul amanah besar untuk mewujudkan harapan itu,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Syafitri mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik seraya menaruh harapan besar agar mereka mampu membawa perubahan nyata. Ia menegaskan, pelantikan ini harus menjadi titik awal penguatan kualitas pendidikan madrasah di Sumatera Selatan bukan sekadar seremoni administratif.
Sebanyak 14 pejabat yang dilantik terdiri dari kepala madrasah di wilayah OKU Selatan, OKU Timur, Muara Enim, Pagar Alam, hingga Prabumulih, serta dua penyuluh hukum ahli pertama di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.
Penempatan ini diharapkan mampu memperkuat manajemen madrasah sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di daerah.
Dengan tantangan yang semakin kompleks dan ekspektasi publik yang terus meningkat, Kanwil Kemenag Sumsel menegaskan satu hal: madrasah harus tetap menjadi garda depan dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Has)











