Kilang Plaju Bersama Ditres PPA-PPO Polda Sumsel Gelar Edukasi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak Berbasis Pendekatan Keluarga

Palembang,Focuskini

PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju melalui wadah pekerja perempuan Pertiwi RU Plaju menyelenggarakan sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak melalui agenda Talkshow Pertiwi Talk bertajuk “Berani Bicara, Berani Melindungi: Bersama Mencegah dan Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”.

Acara ini menghadirkan dua narasumber dari perspektif penegakan hukum dan kesehatan mental, yakni Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Andes Purwanti, S.E., M.M., serta Psikolog Klinis Health Kilang Plaju, Rezza Nadear Nenovarmaychisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Chisa).

Kombes Pol. Andes Purwanti memaparkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Sumatera Selatan terjadi akibat akumulasi berbagai faktor multidimensi, mulai dari masalah individu, dinamika keluarga, lingkungan sosial, tekanan ekonomi, penyalahgunaan zat, hingga minimnya edukasi serta keterampilan komunikasi yang sehat. Memahami akar masalah tersebut menjadi langkah awal yang krusial untuk pencegahan sejak dini.

Mengacu pada data penanganan tindak kejahatan Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel sepanjang Triwulan I hingga Triwulan II tahun 2026, tercatat dinamika kasus utama seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang naik dari 127 menjadi 131 kasus, kekerasan terhadap anak yang meningkat dari 110 menjadi 122 kasus, serta kasus persetubuhan sebanyak 76 kasus dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang melonjak dari 19 menjadi 43 kasus.

Untuk merespons kondisi tersebut, Polda Sumsel menjalankan Mekanisme Penanganan Korban Terpadu melalui enam tahapan komprehensif yang meliputi penerimaan laporan, asesmen risiko, perlindungan darurat, penyidikan, pendampingan hukum dan psikologis, hingga pemulihan dan reintegrasi sosial yang ramah penyandang disabilitas.

Melengkapi perspektif penegakan hukum, Rezza Nadear Nenovarmaychisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengulas pentingnya membangun relasi keluarga yang sehat dari kacamata kesehatan mental. Sebuah hubungan ditegaskannya sudah tidak sehat apabila diwarnai kontrol berlebihan, intimidasi, ancaman, tindakan merendahkan, maupun kekerasan fisik, seksual, dan emosional.

Sebaliknya, relasi yang sehat harus didasari oleh lima pilar utama, yaitu respect (saling menghargai), trust (kepercayaan), communication (komunikasi terbuka), boundaries (batasan yang jelas), dan mutual support (saling mendukung). Hubungan pasangan yang harmonis akan menciptakan ruang aman di rumah dan menekan risiko kekerasan terhadap anak.

Dalam kesempatan tersebut, Chisa, panggilan akrabnya, mengutip pesan mendalam mengenai pengasuhan: “Anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna. Anak hanya membutuhkan rasa aman, perasaan dipahami, perasaan didengar, juga perasaan selalu didukung.”

Ia menegaskan bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab bersama, sehingga pekerja perempuan atau ibu bekerja dapat tetap terlibat aktif melalui komunikasi rutin dengan anak, koordinasi dengan sekolah, pembagian peran dengan pasangan, serta pemanfaatan support system tanpa harus menanggung seluruh beban sendirian.

Menutup rangkaian pemaparan, Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju sekaligus Ketua Pertiwi RU Plaju, Siti Fauzia, menegaskan komitmen penuh perusahaan dan wadah pekerja perempuan dalam menjunjung tinggi nilai Respect, Integrity, Safety, and Humanity.

Kilang Plaju bersama Pertiwi bertekad mewujudkan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan (Respectful Workplace), karena produktivitas di tempat kerja berawal dari keharmonisan dan kesejahteraan keluarga para pekerja.

Melalui semangat “Berani Bicara, Berani Melindungi”, Fauzia mengimbau seluruh Perwira dan komunitas Persatuan Wanita Patra (PWP) untuk proaktif mengenali tanda-tanda kekerasan, berani memanfaatkan saluran pelaporan resmi, serta bersama-sama menegakkan budaya Zero Tolerance terhadap kekerasan di lingkungan kerja maupun rumah tangga.(soim)