Palembang,Focuskini
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumatera Selatan mengevaluasi pelaksanaan pengamanan kilang melalui kegiatan Analisa Evaluasi (Anev) Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKT) periode 2026, Jumat (23/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan keberlangsungan operasional kilang sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Anev ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kerja sama pengamanan, menilai efektivitas sistem pengamanan Obvitnas, serta menghimpun masukan untuk peningkatan pengamanan ke depan. Kegiatan dihadiri jajaran Ditpamobvit Polda Sumsel, HSSE khususnya bagian Security Kilang Plaju, serta tim terkait.
Kegiatan ini melengkapi rangkaian penguatan pengamanan Obvitnas di Kilang Plaju. Sebelumnya, pada Rabu (21/10), Kilang Plaju menerima kunjungan Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pengamanan.
Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumsel, Kombes Pol. Michael Ken Lingga, S.I.K., M.H., dalam sambutan yang disampaikan Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel AKBP Ali Sadikin, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa Kilang Plaju bukan kilang biasa karena telah beroperasi sejak 1904 dan berstatus objek vital nasional.
“Gangguan terhadap kilang sama dengan ancaman bagi negara. Anev ini kami laksanakan untuk mengevaluasi kinerja, memastikan pengamanan sudah sesuai SOP, mengidentifikasi ancaman, dan memperkuat sinergi, karena pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri, harus melibatkan semua pihak terkait,” ujar AKBP Ali Sadikin.
Pihak Polda juga mengapresiasi seluruh personel yang bertugas atas kondisi keamanan yang baik dan tertib. Seluruh personel diingatkan agar tidak lengah, menjalankan pengamanan sesuai SOP, serta memahami area kilang lebih baik daripada orang luar. Polda berharap Anev ini menghasilkan output yang konkret.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran HSSE Kilang Plaju memaparkan pelaksanaan pengamanan, termasuk capaian Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berupa nilai audit internal 95,04 persen dan audit eksternal atau resertifikasi 94,04 persen. Pengamanan kilang dijalankan melalui kombinasi pengawasan langsung, pemantauan CCTV selama 24 jam, dan patroli di area kritis.
Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan untuk melihat langsung kondisi pengamanan di lingkungan kilang.
Pjs Manager HSSE Refinery Unit Plaju, Ery Puspiartono, menyampaikan bahwa pengamanan kilang terus dijaga melalui kegiatan pengawasan rutin, patroli, termasuk drill, baik yang bersifat terjadwal maupun insidental, dan Anev ini menjadi sarana evaluasi bersama.
“Di Kilang Plaju selalu ada kegiatan rutin, termasuk drill. Anev ini penting karena sebagai bentuk komunikasi langsung di lapangan antara pihak RU Plaju dan Ditpamobvit Pokda Sumsel, peninjauan pengamanan kilang sekaligus bertukar ide dan masukan dengan tim Polda Sumsel. Kami mengevaluasi hasil kerja, dukungan keamanan, dan efektivitas pengamanan, dan berharap dapat dilakukan pembahasan yang komprehensif,” ujar Ery Puspiartono.
Melalui kolaborasi bersama Kemhan dan Polda Sumsel, Kilang Plaju optimistis dapat terus menjaga keamanan dan keandalan operasionalnya. Upaya ini menjadi kontribusi perusahaan bagi ketahanan energi nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam mendorong swasembada energi dan memperkuat kemandirian bangsa.








