Kilang Plaju Sambut Kunjungan Kerja DPRD Lahat, Bangun Sinergi Edukasi Bijak Berenergi dan Optimalisasi Potensi Lokal

Plaju, Focuskini

PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional dari tingkat regional, salah satunya melalui optimalisasi ekosistem energi di Provinsi Sumatera Selatan.

Di tengah tantangan dinamika suplai global dan kebutuhan domestik yang terus meningkat, penguatan rantai pasok energi berbasis potensi lokal—termasuk pemanfaatan bahan bakar nabati (Fatty Acid Methyl Ester / FAME) menjadi pilar penting dalam mewujudkan swasembada energi daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi, S.T., M.Si dalam agenda Kunjungan Kerja ke Kilang Plaju, Selasa (6/10/2026) menyatakan kesiapannya untuk mendorong optimalisasi potensi lahan kelapa sawit di wilayahnya agar dapat dihilirisasi menjadi produk FAME. Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk membangun ekosistem swasembada energi nasional yang berbasis pada potensi lokal.

Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat agar semakin bijak dalam memanfaatkan energi bersubsidi serta memahami pentingnya transisi energi yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Lahat dan sekitarnya.

“Selain mendorong kemandirian energi dari hulu ke hilir, kami juga siap turun tangan mengedukasi masyarakat agar semakin bijak dalam memanfaatkan energi bersubsidi. Ketahanan energi yang berkelanjutan hanya akan berhasil jika ada kesadaran bersama, dan DPRD Lahat siap mengawal serta memastikan pemanfaatan energi di daerah benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan,” ujar Fitrizal Homizi.

Turut hadir dalam kunjungan kerja itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Andriansyah, SH beserta beberapa anggota yakni Nopran Marjani, S. pd, Iduar Alamsyah, dan Jiki Rinalzon, S.I.P.

Sementara Executive General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie menegaskan bahwa sinergi antara pelaku industri energi dan pemerintah daerah sangat penting. Pertamina berkomitmen untuk menjaga keandalan operasional kilang dan memastikan setiap tetes energi yang diproduksi tersalurkan secara optimal, sejalan dengan mandat penyediaan energi yang berkeadilan.

“Kami di lini operasional berkomitmen penuh untuk menjaga kinerja kilang agar kapasitas produksi tetap optimal dan berjalan tanpa hambatan.” ujar Khanafie.

Sebagai salah satu tulang punggung energi nasional, Refinery Unit (RU) Plaju beroperasi di tepi Sungai Musi di Kota Palembang dan sebagian masuk wilayah Kabupaten Banyuasin. Kilang ini memproduksi berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) baik gasoline maupun gasoil series, serta beberapa produk lain seperti biji plastik Polypropylene dan Breezon (pendingin ruangan) dengan mengolah crude atau minyak mentah yang bersumber sepenuhnya dari dalam negeri.

Dalam mendukung agenda transisi energi nasional, Kilang Plaju sejak beberapa tahun terakhir telah sukses meningkatkan bauran energi dari B20 pada 2019, B30, B35, hingga B40 pada Januari 2025. Tonggak sejarah penting kembali dicapai dengan diimplementasikannya Biosolar B50, yang ditandai dengan penyaluran perdana menuju Integrated Terminal Palembang pada 22 Juli 2026 lalu.

Melalui kolaborasi erat antara industri, pemerintah, dan legislatif, Pertamina optimistis Sumatera Selatan dapat menjadi salah satu lokomotif utama dalam mewujudkan visi besar swasembada dan ketahanan energi nasional yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.