Palembang,Focuskini
Kawasan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin Palembang kini menjadi titik jenuh lalu lintas.
Kombinasi antara keterbatasan lahan parkir, maraknya parkir liar, dan tingginya volume kendaraan pada jam sibuk menciptakan kemacetan kronis yang sulit terurai.
Penyebab Utama Penyempitan Jalan
Masalah utama bersumber dari penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir ilegal di sepanjang area samping rumah sakit.
Hal ini diperparah oleh lokasi RSMH yang berada di “zona padat” instansi, berdampingan dengan
Sekolah Al-Azhar (aktivitas antar-jemput siswa),
Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Rincian Gelombang Kemacetan
Berdasarkan pantauan, kepadatan kendaraan terjadi dalam tiga periode waktu utama:
Pagi (06.45 – 08.00 WIB): Arus masuk karyawan dan keberangkatan siswa sekolah.
Siang (10.00 – 14.30 WIB): Jam penjemputan siswa TK hingga SD yang berbarengan dengan jam kunjungan pasien.
Sore (16.00 – 17.00 WIB): Puncak kepadatan saat jam pulang kantor dan sekolah secara serentak.
Humas RSMH Palembang Suhaimi mengungkapkan bahwa meski telah tersedia 1.252 lot parkir untuk pengunjung dan 600 lot untuk karyawan, jumlah tersebut belum mampu menampung lonjakan kendaraan yang ada.
”Kami mengimbau pasien dan keluarga untuk memanfaatkan transportasi umum atau taksi daring guna mengurangi kepadatan kendaraan pribadi,” ujar Suhaimi, Selasa (3/2/2026).
Sebagai solusi jangka pendek, pihak RSMH sudah menyiapkan zona drop-off gratis di dalam area RS untuk mencegah penumpukan di pintu masuk, serta penyiagaan tim keamanan untuk mengatur lalu lintas.
Selain itu, tim keamanan dan petugas parkir disiagakan untuk mengatur lalu lintas di samping RSUP Mohammad Hoesin.
Untuk mengatasi permasalahan secara permanen, RSMH berencana membangun gedung parkir bertingkat yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
“Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas parkir secara signifikan, sehingga tidak ada lagi kendaraan yang meluber ke badan jalan,” kata Suhaimi.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa koordinasi dengan instansi sekitar dan masyarakat sangat diperlukan agar fungsi layanan kesehatan di kawasan vital tersebut tidak terganggu oleh persoalan lalu lintas. (uci)













