Palembang,Focuskini
Gemuruh semangat pelajar vokasi menggema di Kota Palembang. Ratusan siswa SMK terbaik dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan berkumpul dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi Sumsel 2026 yang digelar pada 19–21 Mei 2026. Mengusung tema “Talenta Vokasi Memajukan Bangsa”, kompetisi ini menjadi panggung besar bagi generasi muda Sumsel untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi sebelum bertarung di tingkat nasional pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026 mendatang.
Ajang tahunan tersebut kini tak lagi dipandang sekadar perlombaan keterampilan antar pelajar. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern, LKS menjadi simbol kebangkitan pendidikan vokasi Sumsel dalam mencetak generasi muda yang siap kerja, siap bersaing, bahkan siap menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menegaskan, LKS merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, para siswa vokasi harus berani tampil sebagai generasi inovatif yang mampu menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
“LKS ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi bagaimana melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi. Kita ingin anak-anak Sumsel mampu bersaing di tingkat nasional bahkan lebih luas lagi,” ujarnya.Selasa, (19/5/2026).
Ia mengatakan, kemampuan siswa vokasi saat ini harus terus diarahkan pada penguasaan teknologi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, teknologi mesin, industri kreatif, hingga pengembangan perangkat digital dan jaringan internet yang semakin dibutuhkan di era modern.
Menurut Cik Ujang, lulusan SMK tidak boleh hanya menjadi pencari kerja, tetapi harus mampu menjadi pencipta peluang dan inovasi baru bagi daerah. Karena itu, LKS dinilai menjadi ruang penting untuk mengasah mental kompetitif, kreativitas, dan kemampuan siswa menghadapi perkembangan industri yang terus berubah.
“Harapan kita, mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, inovatif, dan mampu membawa nama Sumsel berprestasi di tingkat nasional. Masa depan daerah ini ada di tangan anak-anak muda yang mau terus belajar dan berkembang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Mondyaboni menyebut LKS 2026 sebagai momentum penting untuk menjaring siswa-siswa terbaik Sumsel yang nantinya akan menjadi wakil daerah di tingkat nasional. Pemerintah Provinsi Sumsel, kata dia, menaruh harapan besar terhadap kemajuan pendidikan vokasi sebagai kekuatan baru pembangunan daerah.
Menurut Mondyaboni, kualitas siswa vokasi Sumsel terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Hal itu terlihat dari kemampuan peserta dalam menguasai praktik industri, teknologi, hingga inovasi berbasis keterampilan yang mulai diperhitungkan di level nasional.
“Melalui LKS ini kita ingin menemukan talenta-talenta terbaik yang siap membawa nama harum Sumsel di tingkat nasional. Target kita jelas, Sumsel harus mampu masuk 10 besar nasional,” ujarnya optimistis.
Ia menegaskan, LKS bukan semata soal perebutan medali atau trofi juara, tetapi bagian dari proses membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi revolusi industri dan persaingan global. Karena itu, seluruh peserta diharapkan menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang belajar, mengembangkan pengalaman, sekaligus membangun mental juara sejak dini.
Di sisi lain, Kepala SMK Negeri 2 Palembang Suparman mengungkapkan, LKS tingkat provinsi tahun ini mempertandingkan 31 bidang lomba yang diikuti siswa-siswa terbaik dari seluruh Sumsel. Sementara pada tingkat nasional, jumlah cabang lomba mencapai sekitar 46 bidang keahlian.
Beberapa bidang seperti geomatika, desain permodelan, dan arsitektur memang belum diperlombakan di tingkat provinsi. Namun sekolah-sekolah tetap melakukan pembinaan intensif agar peserta Sumsel tetap siap bersaing saat tampil di tingkat nasional.
“LKS bukan hanya soal lomba keterampilan, tetapi bagaimana membentuk mental kompetisi siswa agar siap menghadapi dunia industri dan persaingan global,” ujar Suparman.
Khusus SMK Negeri 2 Palembang, tahun ini sekolah tersebut mengirimkan peserta di tiga bidang unggulan, yakni motorcycle technology, robotik, dan elektronik industri. Ketiga cabang itu dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing karena didukung kesiapan siswa, pembimbing berpengalaman, dan fasilitas praktik yang memadai.
Suparman mengatakan, capaian Sumsel yang berhasil menembus enam besar nasional pada LKS 2025 menjadi motivasi besar bagi seluruh peserta tahun ini. Meski harus bersaing dengan provinsi-provinsi kuat seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, para siswa Sumsel tetap optimistis mampu memberikan kejutan.
“Kalau Sumsel bisa masuk lima besar nasional tahun ini, itu sudah menjadi prestasi luar biasa. Tapi anak-anak datang dengan semangat besar untuk memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama daerah,” katanya.
Ia menegaskan, para peserta Sumsel tidak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam ajang nasional. Mereka membawa tekad kuat untuk membuktikan bahwa siswa vokasi Sumsel memiliki kualitas, kreativitas, dan daya juang yang mampu bersaing dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia.
“Mereka ingin menunjukkan bahwa anak-anak SMK Sumsel juga bisa hebat. Inilah generasi muda yang nantinya akan menjadi kekuatan baru bagi kemajuan Sumatera Selatan,” tandasnya.(Has)








