Palembang,Focuskini
Keberadaan lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) mendapat perhatian serius Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LPM NU) Kota Pagar Alam.
Pasalnya, lembaga pendidikan mulai dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA NU kerapa di cap sebagai sekolah alternatif ataupun pilihan kedua setelah tidak dapat masuk atau tidak diterima di sekolah lain.
Dengan alasan itulah, pengurus LPM NU Kota Pagar Alam yang belum lama ini dilantik menunjukkan perannya dengan langsung melakukan pembinaan intensif kepada dewan guru SMP dan SMA NU Kota Pagar Alam.
Dalam arahannya, Ketua LPM NU Kota Pagar Alam Dr. H. Rahman menegaskan bahwa LP Ma’arif memiliki tugas dan fungsi vital dalam mengembangkan lembaga pendidikan NU agar naik kelas dan berdaya saing.
Ia meminta seluruh pengelola pendidikan yang diberi amanah oleh PCNU Pagar Alam untuk menjalankan tugas dengan mengutamakan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa.
“Peningkatan kualitas dan kuantitas harus menjadi program prioritas utama. Jika kualitas siswa bagus, maka otomatis akan menarik minat masyarakat untuk belajar di sekolah NU,” tegasnya.
Menurutnya, hal itu hanya bisa terwujud jika Kepala Sekolah, dewan guru, dan tenaga kependidikan memiliki visi-misi yang jelas dan output lulusan yang bisa diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pendidikan yang berkualitas akan memproduksi siswa yang berkualitas melalui penanaman Akhlakul Karimah dan lulusan yang berdampak bagi masa depan. Untuk itu, jajaran pendidikan harus mampu berinovasi dan mengakselerasikan program-program yang berdaya saing global,” paparnya.
Pesan paling keras yang disampaikan Dr. Rahman adalah soal citra Sekolah NU di mata masyarakat.
“Sosialisasikan keberadaan Sekolah NU di tengah masyarakat. Hapus mindset bahwa Sekolah NU itu pilihan alternatif terakhir. Mindset ini harus dihapuskan! Dengan fasilitas yang mendukung, Sekolah NU harus menjadi daya tarik utama dan pilihan pertama masyarakat untuk menitipkan putra-putrinya,” pungkasnya.(delta)









