Palembang,Focuskini
Sebanyak 70 ruas jalan yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dijadwalkan bakal mulai diperbaiki dan dipelihara secara bertahap pada bulan ini.
Proyek infrastruktur yang menelan total pagu anggaran sebesar Rp380 miliar tersebut siap berjalan menyusul diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) dalam beberapa hari ke depan.
“Pelaksanaan perbaikan dan pemeliharaan jalan baru akan dilakukan Juli ini, SPK-nya (surat perintah kerja) akan keluar dalam beberapa hari ke depan. Total ada 70 ruas jalan yang akan dilakukan perbaikan dengan nilai anggaran Rp 380 miliar untuk tahun ini,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Sumsel, M Affandi, Jum’at (3/7/2026).
Affandi menjelaskan jika jalannya penanganan fasilitas jalan raya tersebut akan mengedepankan aspek optimalisasi yang bersifat fungsional akibat terjadinya penurunan ruang fiskal daerah.
Langkah taktis yang diambil pihak kedinasan adalah memfokuskan pengerjaan pada koridor jalan yang berkondisi rusak berat, serta menggencarkan penutupan lubang-lubang marka melalui metode penambalan (patching).
Penurunan pos anggaran pemeliharaan jalan tahun ini diakui cukup signifikan jika dikomparasikan dengan total anggaran tahun 2025 lalu yang sempat menyentuh angka di atas Rp700 miliar.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kedinasan karena total bentang infrastruktur jalan kewenangan provinsi yang harus dikelola saat ini mencapai panjang sekitar 1.779 kilometer.
“Total panjang jalan yang kita kelola ini sekitar 1.779 km. Memang ada penurunan anggaran tahun ini, kemungkinan 2027 juga. Info terakhir berkisar Rp 200-an meraih untuk perbaikan jalan. Tapi, ini masih belum fix, masih akan kita lihat lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas PU BMTR Sumsel, Adrifan mengatakan seluruh tahapan proses lelang proyek penanganan jalan ini telah rampung diselesaikan secara menyeluruh.
Adapun sebaran paket pengerjaan fisik mencakup agenda rekonstruksi jalan hingga mitigasi penanganan area longsoran yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sumsel.
Sedangkan untuk area Kota Palembang sendiri, pihak dinas mengalokasikan program perawatan pada sisa segmen dari total koridor sepanjang 99 kilometer yang menjadi tanggung jawab pemprov.
Beberapa titik di ibu kota provinsi yang akan tersentuh perbaikan meliputi Jalan Noerdin Pandji serta pelapisan aspal ulang pada fasilitas jembatan layang (flyover) Jakabaring yang kini masih berada dalam tahapan pelelangan.
“Jalan Noerdin Pandji ada perawatan, fly over Jakabaring akan diaspal saat ini masih pelelangan. Yang tidak pemeliharaan di Jalan Radial karena dalam kondisi baik,” pungkasnya.
Sejumlah kawasan yang mendapat porsi pemeliharaan di antaranya Kabupaten OKI, Empat Lawang, OKU Timur, OKU Selatan, OKU, hingga Muara Enim, terkecuali wilayah Kota Prabumulih karena nihil aset jalan provinsi. (Tia)










