Palembang,Focuskini
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang bergerak cepat merespons meningkatnya kasus campak dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mencuat usai libur Lebaran 2026 dan memasuki puncak musim hujan. Lingkungan sekolah kini menjadi fokus utama pengawasan, guna mencegah potensi penyebaran penyakit menular di kalangan peserta didik.
Langkah ini bukan sekadar imbauan, melainkan pengetatan sistematis di seluruh satuan pendidikan. Disdik menegaskan bahwa sekolah tidak boleh lagi memandang kebersihan sebagai rutinitas administratif semata, melainkan sebagai garis pertahanan pertama dalam menjaga kesehatan kolektif.
Sekretaris Disdik Kota Palembang, Heru Hermawan, menegaskan bahwa kewaspadaan harus dinaikkan ke level tertinggi. Ia menyebut, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) wajib dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, mencakup ruang kelas, kamar mandi, selokan, hingga area terbuka di lingkungan sekolah.
“Ini bukan situasi yang bisa dianggap biasa. PSN dan kebersihan lingkungan sekolah tidak boleh diabaikan sedikit pun. Semua titik berpotensi menjadi sarang nyamuk harus disisir dan ditangani,” tegasnya.
Selain pengendalian lingkungan sambungnya, Disdik juga mendorong penguatan edukasi kepada siswa melalui penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekolah diminta aktif mengintegrasikan edukasi kesehatan dalam kegiatan belajar maupun aktivitas harian siswa, agar kesadaran menjaga kebersihan tumbuh sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban sesaat.
Heru menekankan, pengawasan terhadap kondisi kesehatan siswa kini diperketat. Guru dan tenaga kependidikan diminta lebih peka terhadap gejala awal penyakit menular, seperti demam tinggi, munculnya ruam pada kulit, hingga tanda-tanda fisik lain yang mengarah pada campak maupun DBD.
“Deteksi dini menjadi kunci. Jangan menunggu kondisi memburuk. Jika ada siswa yang menunjukkan gejala, sekolah harus segera mengambil langkah cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam situasi tersebut, sekolah diwajibkan segera berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas, serta melaporkan ke Dinas Kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Respons cepat dinilai krusial untuk memutus rantai penularan sejak dini.
Tak hanya itu, Disdik juga mendorong keterlibatan orang tua dalam pengawasan kesehatan anak di rumah. Sinergi antara sekolah dan keluarga dinilai menjadi faktor penentu dalam menghadapi ancaman penyakit musiman yang kerap meningkat pascalibur panjang.
Disdik memastikan, pengawasan akan terus diperketat melalui monitoring berkala. Sekolah yang abai terhadap protokol kebersihan dan kesehatan tidak akan luput dari evaluasi.
” Dengan langkah tegas ini, Pemerintah Kota Palembang berharap sekolah tetap menjadi ruang aman bagi proses belajar, bukan justru menjadi episentrum baru penyebaran penyakit,” pungkasnya. (hasan)








