Palembang,Focuskini
Satgas Udara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengerahkan helikopter untuk melakukan 19 kali penyiraman air (water bombing) guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 3 hektare di Karang Dapo, Musi Rawas Utara (Muratara).
Upaya pemadaman intensif di kawasan hutan produksi tersebut dilakukan bersama satgas darat Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin demi memutus rembetan api yang membakar vegetasi sawit dan semak belukar di atas lahan gambut.
“Karhutla terjadi di Muratara, tepatnya di Karang Dapo, sejak kemarin masih akan diupayakan pemadaman hingga hari ini. Kemarin upaya pemadaman dibantu helikopter dengan melakukan 19 kali water bombing,” ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Jum’’at (5/6/2026).
Sudirman menyebutkan bahwa karakteristik lahan yang terbakar menjadi tantangan bagi tim di lapangan karena merupakan tanah gambut tipis.
“Jenis lahan yang terbakar di wilayah berdasarkan laporan merupakan tanah gambut tipis, dengan vegetasi sawit, pakis, dan semak belukar,” imbuhnya.
Berdasarkan data BPBD, titik api tersebut berada di area hutan produksi dengan total luas mencapai 3 hektare.
Meskipun pengeboman air telah dilakukan belasan kali, kepulan asap dilaporkan masih muncul dari balik permukaan tanah yang hangus terbakar.
“Total luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare dan status api masih ada spot-spot asap,” tambahnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kemunculan api belum diketahui dan masih dalam tahap penyelidikan.
Pihak BPBD bersama tim gabungan terus memantau situasi secara berkala melalui jalur udara dan laporan personil darat.
“Pihaknya akan melakukan pengecekan kembali ke titik karhutla melalui patroli udara. Termasuk menunggu laporan dari satgas darat yang masih berada di lokasi kejadian,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menuturkan adanya insiden karhutla serupa yang sempat mengancam area hunian warga di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Rabu malam.
“Sekitar pukul 18.50 WIB, tim menerima laporan dari warga perumahan Kurma Village Sekayu bahwa telah terjadi kebakaran lahan di dekat permukiman warga perumahan. Penyebabnya belum diketahui,” tuturnya.
Api di Muba yang melalap sekitar 1 hektare semak belukar tersebut berhasil dilokalisasi dalam waktu singkat oleh petugas pemadam di lapangan.
“Setelah dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan sekitar pukul 20.30 WIB api dapat dipadamkan dan kondisi aman terkendali,” tutupnya. (Tia)














