Jakarta,Focuskini
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai menggelar doa bersama dan syukuran untuk menandai dimulainya pengeboran Sumur LMB-19.3. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW.
Suasana khidmat mewarnai acara yang berlangsung di lokasi proyek, dihadiri jajaran manajemen PGE Area Lumut Balai, tim proyek Unit 3 & 4, mitra kerja, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, dan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya pengeboran.
Project Manager Unit 3 & 4, Heri Susanto, menyampaikan bahwa pengeboran Sumur LMB-19.3 merupakan tahapan strategis dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3. Keberhasilan proyek, menurutnya, memerlukan sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur kerja, serta komitmen terhadap aspek keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan.
“Pengeboran Sumur LMB-19.3 merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 sekaligus memperkuat kontribusi PGE terhadap pencapaian target bauran energi nasional. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan aman, lancar, tepat waktu, serta memberikan hasil yang optimal,” ujar Heri Susanto.
Heri menambahkan, pengeboran Sumur LMB-19.3 ditargetkan rampung dalam waktu 43 hari, dengan keseluruhan pengembangan Unit 3 yang direncanakan beroperasi pada akhir 2030. Proyek ini akan melibatkan banyak tenaga kerja dari berbagai keahlian, dengan mengutamakan tenaga kerja lokal.
Doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan kelancaran selama proses pengeboran berlangsung. Pada kesempatan yang sama, PGE Area Lumut Balai menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan. Semua undangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga prosesi pemotongan tumpeng yang menjadi simbol keberkahan.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjalankan setiap tahapan pengembangan panas bumi secara profesional dengan mengedepankan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) , tata kelola perusahaan yang baik, serta nilai-nilai keberlanjutan. Seluruh aktivitas proyek dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan harmonisasi dengan masyarakat sekitar.
Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari upaya PGE meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih, rendah emisi, dan berkelanjutan. Dengan tambahan kapasitas 55 MW, proyek ini diharapkan memperkuat kontribusi PGE dalam mendukung target bauran energi nasional dan transisi menuju Net Zero Emission 2060.(soim)







