Palembang, Focuskini
Percobaan penculikan terhadap seorang siswi SMP Negeri 30 Palembang di Jalan Panjaitan, Lorong Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, pada Jumat (31/10/2025) sore, membuat warga dan dunia pendidikan di Kota Palembang geger.
Beruntung, aksi tersebut gagal dan sang siswi berhasil diselamatkan berkat kesigapan warga sekitar yang segera menolong setelah mendengar teriakan korban.
Peristiwa itu langsung mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Pengamat Pendidikan sekaligus Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang, H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M.
“Kita bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun ini menjadi peringatan keras bagi kita semua, terutama orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Zulinto kepada Suarapublik,Senin (3/11/2025) saat dikonfirmasi melalui Via telepon WhatsApp
Zulinto menegaskan bahwa menjaga keselamatan dan keamanan anak bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, dan orang tua.
“Guru dan kepala sekolah wajib mengawasi siswa selama berada di lingkungan sekolah, sedangkan orang tua harus memastikan keamanan anak saat berangkat maupun pulang sekolah. Kolaborasi ini penting agar pendidikan anak berjalan dengan baik tanpa ada rasa cemas,” tegasnya.
Menurutnya, kasus seperti ini tidak hanya menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis siswa. Karena itu, ia mengajak seluruh sekolah di Palembang untuk menguatkan sistem keamanan lingkungan sekolah, misalnya dengan menambah petugas jaga, menerapkan sistem penjemputan yang lebih ketat, dan mengedukasi siswa agar tidak mudah percaya pada orang asing.
Zulinto juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku percobaan penculikan tersebut.
“Kami berharap polisi segera mengungkap siapa pelakunya. Kasus ini tidak boleh dibiarkan karena sudah menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya di kalangan orang tua murid,” ujarnya penuh harap.
Ia menambahkan, kehadiran aparat di sekitar lingkungan sekolah pada jam pulang dan berangkat bisa memberikan efek psikologis yang menenangkan bagi siswa dan orang tua.
Menurut Zulinto,berita tentang upaya penculikan anak di beberapa daerah menjadi peringatan penting bagi semua pihak agar tidak lengah.
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama ketika melihat anak yang tampak kebingungan atau didatangi oleh orang tak dikenal.
“Anak-anak kita adalah aset bangsa. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu kejadian baru bertindak.Ia juga mengajak sekolah untuk memperbanyak sosialisasi kepada siswa mengenai cara mengenali potensi bahaya dan langkah penyelamatan diri, seperti berteriak minta tolong atau segera lari ke tempat ramai ketika ada orang asing yang mencurigakan,”tegas Zulinto
Sementara itu,Salah satu orang tua Wali siswa dan juga sekaligus guru di SMP N 19 Palembang Dien Mayasari.S.Pd.Gr. bertempat tinggal di Jalan Gotong royong blok A7 talang ratu km.5,ia mengaku sangat prihatin dan khawatir dengan keselamatan anak-anak sekolah setelah mendengar kabar tersebut.
“Sebagai orang tua, jujur saya merasa sangat khawatir. Apalagi kita punya anak yang masih duduk di bangku SMP. Rasanya was-was setiap kali mereka berangkat dan pulang sekolah. Sekarang kami harus lebih waspada, terutama jika ada orang yang tidak dikenal berada di sekitar sekolah,” ujar Romsiah saat ditemui, Senin (3/11/2025).
Dien Mayasari menceritakan, sejak peristiwa itu ramai diberitakan, banyak orang tua di sekolah tempatnya mengajar mulai lebih protektif terhadap anak-anak mereka.
Beberapa bahkan kini memilih menjemput anak secara langsung atau berkoordinasi dengan guru piket agar memastikan siswa tidak keluar gerbang sendirian.
“Kami para orang tua kini saling mengingatkan. Jangan sampai kejadian di SMP 30 terulang. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang aman, bukan tempat yang menimbulkan rasa takut,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa kasus seperti ini menjadi momentum bagi sekolah dan masyarakat untuk memperkuat rasa kepedulian bersama. “Sekarang bukan zamannya lagi kita menyerahkan keamanan anak sepenuhnya kepada sekolah. Kita semua harus ikut menjaga,” tambahnya.
Orang tua lainnya,Matrika,warga Puncak Sekuning yang anaknya sekolah di SMP N 45 Palembang berkomentar, sebelum percobaan penculikan ramai dibincangkan, di SMP N 30 Palembang,merasa was – was,berharap agar pihak sekolah di di Palembang memperketat pengawasan terhadap siswa, terutama pada jam pulang sekolah yang kerap rawan.
“Ia menyarankan agar setiap sekolah memiliki petugas keamanan yang aktif berjaga, sistem penjemputan yang tertib, serta pintu keluar yang terkontrol.
Sekolah perlu bekerja sama dengan pihak kepolisian atau Babinsa di wilayah masing-masing. Minimal ada patroli di jam pulang sekolah. Ini penting agar anak-anak merasa aman,” katanya ( Hasan Basri)














