Polsri Bantah Isu Pengalihan Mahasiswa,Tudingan Dinilai Keliru dan Tak Berdasar

Palembang,Focuskini

Polemik dugaan pengalihan ratusan mahasiswa dari Jurusan Administrasi Bisnis ke Jurusan Bahasa dan Pariwisata di Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) akhirnya dijawab pihak kampus.Polsri menegaskan bahwa tidak ada proses pemindahan paksa mahasiswa,melainkan penyesuaian struktural akademik yang disebut sebagai instruksi langsung dari Ditjen Pendidikan Tinggi.

Pernyataan itu dilontarkan pejabat POLSRI,Edi Aswan,yang menyebut bahwa informasi mengenai “pengalihan mahasiswa” telah berkembang secara liar dan tidak sesuai fakta.

“Selain instruksi dari pusat,ada surat lanjutan yang menjelaskan bahwa Program Studi Administrasi Bisnis memang berada dalam satu kesatuan akademik di bawah Jurusan Bahasa dan Pariwisata.Ini bukan pemindahan mahasiswa,ini pengembangan,” tegas Edi.

Edi mengungkapkan,jurusan yang kini dipersoalkan tersebut dulunya bernama Jurusan Bahasa Inggris.Dalam proses evaluasi dan penguatan kelembagaan, jurusan itu kemudian berkembang menjadi Jurusan Bahasa dan Pariwisata.

“Dalam struktur baru, terdapat dua Prodi: Bahasa Inggris dan Usaha Perjalanan Wisata,” jelasnya.

Perubahan ini, menurutnya, merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat daya saing vokasi di sektor jasa dan industri pariwisata.Jurusan Administrasi Bisnis tidak dibubarkan,tidak pula dipindahkan.Jurusan tersebut tetap eksis,namun penataannya kini berada di bawah Jurusan Bahasa dan Pariwisata karena pertimbangan struktur akademik.

“Soal isu ratusan mahasiswa dipindahkan,itu tidak benar.Ini murni pengembangan struktur akademik,seperti yang sebelumnya telah dijelaskan oleh Wakil Direktur I Bidang Kemahasiswaan, Dr. Yusri,” ujarnya.

Edi juga menampik isu bahwa mahasiswa menolak perubahan tersebut.Ia menyebut hingga kini tidak ada satu pun laporan protes resmi dari para mahasiswa.Belum ada keluhan dari peserta didik. Tidak ada protes,tidak ada penolakan,”katanya

Sambung Edi,sebelumnya,publik dihebohkan dengan beredarnya kabar bahwa sekitar 350 mahasiswa dari empat angkatan akan dialihkan ke jurusan lain tanpa pemberitahuan resmi. Informasi itu menyebar cepat melalui grup percakapan,media sosial,hingga forum internal mahasiswa.

Minimnya respons POLSRI pada awal isu mencuat membuat kegelisahan semakin melebar,memicu spekulasi bahwa kampus hendak melakukan perubahan tersembunyi.

“Setelah polemik telanjur membesar,barulah Wakil Direktur I Bidang Kemahasiswaan Dr.Yusri dan Ketua Senat Dr.Dicky Saprianto muncul memberikan keterangan resmi.Keterangan resmi baru disampaikan setelah gelombang keresahan mahasiswa dan orang tua meluas di ruang publik,”pungkasnya.(hsn)